Minggu, 23 Juli 2017

Truck and Car

Mas D sedang menyukai beberapa jenis kendaraan salah satunya adalah Truck. Maman memanfaatkan hal ini untuk mengurangi kebosanan mas D selama perjalanan ke luar kota.

"Mas, kita hitung yuk berapa Jumlah Truck dan Car yang kita lewati" ajak maman saat mas D mulai gelisah di atas Carseatnya. "Truck.." mas D menunjuk keluar jendela saat ada truk melintas disamping mobil. "Satu.." lanjut maman. "Car.." teriak mas D kemudian saat satu mobil merek Ertiga melewati mereka. "Satu.." ujar maman lagi. Mas D tiba- tiba menatap maman penuh keheranan. Maman menangkap keheranan diwajah mas D dan kemudian "iya mas, satu kan tadi truk, yang barusan car. Nanti kalau ketemu truk lagi baru hitungannya dua" maman menjelaskan yang diikuti anggukan tanda mengerti mas D. Berhitung Mobil dan truck terus berlangsung hingga mereka hampir sampai di kota tujuan.

Jumat, 21 Juli 2017

Kambing dan Tikus

"Mbek....mbeek..." suara mas D menirukan suara kambing. Mas D berjalan kearah Maman sembari membawa buku cerita dan bersuara menirukan kambing.

"Mas D mau dibacakan buku cerita?" tanya maman. "No....no....no...." jawab mas D. Maman bingung, tidak mengerti keinginan mas D. Mas D mulai menunjuk- nunjuk kambingnya seraya menghitung "satu...dua Ga..." hitungan satu sampai tiga terus diulang pada semua gambar kambing yang ada. Aha Maman paham sekarang, mas D lagi minta untuk menghitung Kambing.

Mas D memegangi jari telunjuk maman dan mengarahkannya pada gambar kambing dan meminta maman mulai menghitung. "Satu ...dua....tiga....empat...Dst tiga belas. Kambingnya ada 13 mas" lanjut maman.
Mas D senyum kemenangan, selanjutnya berjalan ke lemari dan mengambil buku "dut...ko" ucap Mas D sambil berusaha meraih buku Tiko dan Tidut. Segera mas D membuka halaman demi halaman dan akhirnya menemukan halaman berisi beberapa gambar Tikus yang sedang bersembunyi. Lagi mas D menghitung sambil menunjuk pada tikus, dan dengan tatapan matanya mas D meminta agar Maman melanjutkan hitungannya.

Hari itu Maman dan mas D berhasil menghitung Kambing dan Tikus.

Kamis, 20 Juli 2017

Brosur Day care

Sepulang sepedaan pagi, Maman dan mas D menemukan brosur iklan Daycare. Maman membacakan brosur untuk mas D. Sambil menunjuk ke jadwal maman menceritakan tentang kegiatan selama di Daycare. Maman juga menjelaskan bahwa total waktu di Daycare adalah 8 jam, dan itu berarti mas D tidak akan ketemu maman selama itu. Maman iseng2 bertanya "mas D mau ikut sekolah di Daycare?". " No No" jawab mas D diikuti gerakan tangan melarang.

Maman berpindah ke halaman Biaya, "pendaftaran Rp. 1.500.000. Waa mahal banget. Kalau buat beli kereta atau Wuwu (sebutan mas D untuk Ambulan) bisa dapat 30.000 kereta atau Wuwu" seloroh Maman. "mau...mau...wuwu wuwu" jawab mas D sambil berlari ke dalam rumah.

Batas Waktu

" main air yuk mas D" ajak Maman pada mas D yang tengah asyik bermain alat tukang. Mas D tidak langsung beranjak ke kamar mandi namun masih nyuekin ajakan maman.
Alhasil maman memberi batas waktu untuk mas D agar air diember tidak keburu dingin, karena air panasnya sdh dicampur air dingin dari Keran.

"Oke mas D, lima menit lagi ya mainnya" ujar maman seraya melanjutkan kembali kegiatannya. Saat waktu berkurang semenit maman memberi tahu mas D " 4 menit lagi ya mas". Maman mulai menghitung mundur waktu mas D. Belum sempat maman mengucap satu menit lagi, mas D sudah berjalan ke kamar mandi sambil berusaha melepaskan celananya.

Maman baru tahu jika ternyata selama ini maman dan mas D sudah belajar matematika Logis,  Belajar tentang Waktu. Maman sudah mulai mengenalkan waktu pada mas D, saat mas D berusia 3bln. Saat itu mas D tidak mau keluar dari kolam renangnya. Maman berkata pada mas D jika mas D boleh berenang hanya 15 menit, sambil menunjukkan arti 15 menit adalah saat jarum panjang jam berada diangka 9.

Jika sebelumnya sangat susah membujuk mas D untuk keluar dari kolam, sejak maman mengatakan tentang batas waktu, hampir setiap berenang saat batas waktunya hampir habis, mas D sudah berteriak minta diangkat.

Minggu, 16 Juli 2017

Membaca itu...

Game level 5  mengajak kita berkonsekuen untuk selalu membaca setiap harinya. Kali ini membaca adalah membaca buku,, bukan membaca segala hal di sekitar kita seperti wahyu yang diturunkan pertama kali pada Rasul "Iqra" atau yang selalu diingatkan oleh DEra setiap saat.

Game level ini menginfokan juga jika membacakan buku pada ananda yang belum bisa membaca, boleh sambil berlari, berlompatan, tak harus duduk tenang di pangkuan. Membaca juga bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja, tidak harus saat menjelang tidur.