Siang cuaca mendung membuat kantuk tak tertahankan. Jika biasanya bermain di halaman, kali ini maman memilih mengajak mas D bermain di dalam ruangan.
Maman melihat mas D agak cemberut, sehingga maman bertanya tentang perasaan yang sedang dirasakan mas D. "Mas D kecewa? Karena mendung dan tidak bisa bermain diluar"
Mas D diam tak menjawab,, padahal biasanya rame menjawab apapun yang dikatakan maman.
Tiba-tiba mas D merangkak keluar kamar daaaan tepat di depan pintu, mas D menangis tersedu-sedu. Maman segera menghampiri "mas D kenapa, mas D kecewa? Mas D sedih? Mas D marah?, kok tiba2 nangis" mas D hanya terdiam, leleran air matanya membuat hati maman tidak nyaman. "Sayang,, kalau ada apa-apa boleh lho cerita sama maman" mas D masih terdiam dan berlalu merangkak masuk ke kamar meninggalkan maman. Maman mengikuti mas D kembali ke kamar.
Mas D menunjuk-nunjuk handphone yang tergeletak di atas meja belajar, serta merta maman mengambilkan. Setelah itu mas D tampak membuka WA dan mencari-cari. Maman sudah tidak tahan lagi untuk ke kamar mandi, setelah berpamitan maman masuk ke kamar mandi.
"Waa...." mas D teriak kesal, marah sambil membanting handphonenya. Maman datang menghampiri dan bertanya, namun mas D tetap diam. Tak lama kemudian mas D mengambil handpone maman lagi dan ngomel-omel ga jelas.
Sebelum mas D bener2 kesal dan susah ditenangkan. Maman menggendong mas D dan mengajak bicara. "Mas D, kita main pengenalan emosi dan ekspresi yuk" yang disambut dengan senyum manis mas D.
Maman mempraktekan satu demi satu emosi diikuti ekspresi wajah. Agak lama dalam satu ekspresi, terkadang mas D meniru tapi ada kalanya Juga mas D hanya diam saja memperhatikan.
Tibalah pada saat emosi dan ekspresi marah. Pikir maman, waah sekalian ngetes yang pernah dibicarakan pak Harry bahwa anak memiliki fitrah lebih menyukai hal-hal yang baik,, termasuk ekspresi. Maman ngomel-ngomel sambil memelototkan mata dan membentuk bibir sedemikian rupa agar tampak seperti marah. Mas D diam, memperhatikan sepertinya dan tak disangka2 mas D menangis sangaat keras. Sontak maman kaget kemudian menggendong mas D. Rupanya mas D mengira maman marah beneran. Setelah maman menjelaskan bahwa ini masih dalam rangka bermain dan tidak sungguh- sungguh, mas D pun kembali tenang. Hoo...benar juga ternyata mas D pun ga suka kalau lihat maman marah.
Adzan ashar berkumandang, maman dan mas D menghentikan permainan dan bersiap untuk makan snack diluar. Tiba-tiba hape maman berbunyi tanda WA dari DEra masuk. "Maaf, hape mati. Baru saja dapat charger" maman membaca pesan di layar.
"Lho kenapa ya kok DEra WA seperti itu" maman berpikir seraya mengsekrol ke atas ternyata banyak WA yang terkirim ke DEra dengan huruf dan emot yang tidak bisa dibaca. Hoho...rupanya mas D tadi ngomel-ngomel utak-atik hape itu meluapkan kekesalannya pada DEra. Dan tahukah apalagi yang lebih membuat mas D kesal? Rupanya mas D telah memvideo call DEra sebanyak 9x namun tidak ada jawaban.
Oh,, jadi kekesalan mas D, nangis tiba-tiba tanpa sebab itu karena kangen dengan DEranya. Aha....dapat satu lagi, jenis ekspresi dan lanjut deh ngobrol ama mas D terkait emosi dan ekspresi sesaat sebelum tamu-tamu berdatangan menengok Eyang.
#TantanganHari4
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP
Tidak ada komentar:
Posting Komentar