Sejak tengah malam maman menggigil karena demam tinggi. 3 lapis selimut, kaos kaki, jaket tebal dan jilbab membalut maman. Bangun pagi hari mas D hanya melihat maman dengan diam tak berkedip. Sepertinya mas D berpikir makhluk apa ini?
Hari ini sebenarnya masih hari tantangan dikuliah bunda Sayang maman, namun sangat tidak memungkinkan untuk maman membersamai mas D, sementara kegiatan kudu tetap dilakukan. Maman dan DEra sepakat menjadikan kegiatan mas D merawat dan menjaga maman saat sakit sebagai proyek hari ini. Masih dengan wajah heran mas D melihat sosok yang terbalut berbagai kain dengan menunjuk- nunjuk.
DEra menjelaskan jika yang berada dibawah setumpuk kain itu adalah maman yang sedang sakit. Mas D diajak menyentuh badan maman yang tengah demam tinggi. Nampak kaget diwajah mas D saat menyentuh panas di dahi maman. Mas D perlahan menyentuh kembali dahi maman kali ini agak lama, sambil mengelus-elus.
DEra meminta mas D untuk ikut merawat dan menjaga maman yang dijawab anggukan kepala oleh mas D. Biasanya, bangun tidur mas D akan sesegera mungkin keluar dari kamar dan bermain di ruang tipi, hari ini mas D sangat betah dikamar menemani maman, sesekali memijat kepala atau kaki maman.
Mas D itu saangat pengertian, saat maman sakit mas D bisa diajak kerjasama, jika biasanya bangun tidur teriak-teriak menangis karena tidak ada orang. Siang itu mas D bangun tidur dan ga ada orang (maman dikamar mandi, DEra dan kakung jumatan di masjid) namun tidak menangis melainkan langsung duduk di kursi malasnya, dengan sebelumnya mengambil dot dari atas meja makan yang sdh disiapkan DEra sebelum berangkat.
Mas D berkata mau BAB, namun karena maman sedang pusing sekali, maman meminta mas D untuk BAB di pampers dulu (ini memang ga konsisten dengan ajaran kemandirian dulu) baru jika sdh selesai maman bilas di kamar mandi. Mas D menolak dengan alasan maman sakit nunggu eyang atau DEra aja nanti. Alhasil pampersnya malah bocor. Eonya tertinggal di kursi malas, setelah mas D meminta maaf, mas D setuju diajak ke kamar mandi dengan maman dan karena sdh belepotan ke seluruh badan, mamanpun berinisiatif untuk langsung memandikan mas D pakai air keran. Ditengah mandi, Eyang datang dan meneruskan yang dilakukan maman. Jika biasanya mas D ga mau dimandikan eyang ataupun dipakaikan baju, kali ini mas D menurut dan justru berteriak meminta maman kembali ke kamar untuk tidur.
Tibalah saat tidur malam, biasanya ritualnya mas D adalah naik turun tempat tidur dan berusaha mencari posisi ternyaman. Namun karena maman sedang sakit, mas D tidak melakukan ritualnya. Mas D langsung memilih tidur di kasur bawah. Maman sebenarnya kasian ama mas D, ketika melihat mas D ingin sekali tidur mojok bersama teman- temannya (baca : boneka) di atas, tapi maman ga akan kuat tidur dibawah karena sepreinya menyerap dingin. Maman menceritakan kegalauan maman terhadap hal itu. DEra pun mengajak bicara mas D. mas D mengerti hanya meminta agar teman-temannya pun ikut turun. Sebelum menjatuhkan diri di kasur mas D sempat mencium pipi maman. Waa....melayang maman dicium mas D mengingat mas D bahasa kasihnya bukan itu (suka risih dan marah kalau dicium).
#TantanganHari16
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP
#belajarapahariini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar