Pergi ke Pasar merupakan salah satu agenda maman hari itu. Kakung takut ditinggali mas D, takut menangis mencari maman akhirnya mas D pun turut Serta.
Waa ini sajalah proyek keluarga hari ini, pikir maman.
Dengan mengendarai sepeda motor DEra, maman dan mas D meluncur ke Pasar. Di jalan maman bercerita pada mas D tentang pasar. Maman berkata jika nanti akan membelikan topi untuk mas D, karena topi mas D sudah kekecilan.
Sesampai di pasar, setelah mengistirahatkan Variono (panggilan untuk motor DEra). Maman dan mas D masuk ke toko aksesoris terbesar, berharap menemukan topi untuk mas D. Namun setelah keliling dikedua lantai tak juga ditemukan topi. Maman memutuskan untuk masuk ke dalam pasar saja, maman pernah melihat ada grosiran topi disana.
"Eh...eh..." tunjuk mas D pada sebuah kipas angin manual karakter Hello Kitty. "Waa iya, bagus ya mas? " jawab maman seraya mengambilkan untuk di coba mas D " tapi maaf ya mas, tujuan kita ke pasar kan mau beli plastik untuk kaos dan juga topi. Kalau mas D pengen beli itu lain kali ya, nanti mas D minta sama ALLAH dulu. Kalau diijinkan pasti nanti maman atau DEra belikan" mas D mengerti kemudian menyerahkan kipas ke maman dan meminta untuk dikembalikan.
Setelah mengambil tas dipenitipan, maman dan mas D melanjutkan perjalanan masuk ke dalam pasar. Di tengah jalan, mas D berteriak excited, sambil menunjuk-nunjuk. maman menoleh ke arah mas D menunjuk. Hoho....rupanya ada penjual sandal. "Eh eh..." mas D masih menunjuk ke arah sandal. Mas D mau beli sandal?"
"Heeh" jawab mas D sambil mengangguk. Rupanya mas D anak yang perhatian ( gateke kalau istilah jawa). Sehingga ketika maman dan DEra pernah ngobrol mau membelikan sandal untuk mas D agar bisa dipakai saat jalan keluar rumah, mas D mencatat di memorinya. "Maksud maman bukan sandal seperti itu, sandal jepit aja mas"
"Tu..." tunjuk mas D pada sandal jepit yang berada di gantungan tepat disebelahnya.
Waa iya, sandal jepit, maman berpikir kalau memang butuh beli sandal jepit. Setelah negosiasi dengan penjual dan dapat harga yang cocok, mas D pun dimana untuk memilih sandalnya. Rupanya sandal yang dipilih kebesaran satu angka. Penjual berinisiatif mengambilkan sandal dengan ukuran dibawahnya. Mas D memilih lagi, tapi sayang tak ada yang dipilih diukuran yang dibawahnya, Warna yang ada tinggal merah dan orange. Keputusan mas D sudah bulat untuk tetap memilih warna kuning kombinasi merah meskipun ukuran nya lebih besar. "Ya sudahlah, gpp kebesaran. Malah awet" pikir maman.
Perjalanan dilanjut ke lantai dua mencari grosir topi, mas D menunduk dan maman berpikir mas D mengantuk. "Mas Kalau ngantuk bobok aja kita pulang. Beli topinya besok pagi" tanya maman yang dijawab gelengan mas D tanda tidak setuju.
Dari kejauhan tampak kios grosir topi. Mas D kembali teriak excited ketika melihat topi pilot karakter Hewan hewan lucu. "Maaf mas, bukan topi seperti ini yang kita cari. Ini seperti topi dirumah yang kalau dipakai mas D, kepala mas D basaaah kuyup" mas D mengerti lalu menunjuk ke patung bayi yang sedang memakai topi pet. Penjual mengantar maman dan mas D ke rak tempat topi berada. Tangan mas D sibuk memilih topi, diliat satu persatu dibolak balik satu persatu. Maman ada Ide, mas D diajak mencoba topi satu persatu di depan kaca.
MasyaALLAH, begitu topi terpasang di kepala, mas D tersenyum dan kepala di goyang berbagai pose. Huwaa...anak 11 bulan bisa bergaya. Satu topi selesai di coba, mas D mencoba topi yang lain. Jika tadi warna hijau kombinasi hitam kali ini krem kombinasi merah. Seperti yang pertama, dipasang dan bergaya aneka pose. "Pilih yang mana mas?" tanya maman seraya melihat mas D yang tengah berpose di cermin.
Lamaa penjual menunggu mas D membuat keputusan hingga akhirnya mas D mengambil topi berwarna hijau dan penjual teriak "woo...ibune sing milih ijo" "ga tuh mas, pilihannya mas D kok, liat saya ga pegang topinya" jawab maman seraya menunjukkan tangan dan mengembalikan topi yang tidak dipilih. " woo Iya, pinter wis milih sendiri. Daritadi tak perhatikan ngapain ibu ini nyuruh adeknya milih. Emang bisa? Woo ternyata bisa beneran ya." jawab penjual surprise. "Iya mas, sejak bayi sdh saya minta untuk memilih apapun yang diperuntukkan untuknya. Baju setelah mandi, dot ketika di toko atau malah lauk untuk makan" lanjut maman, penjual tersenyum penuh arti. Setelah membayar maman berpamitan dan tanpa komando mas D turut melambaikan tangan da da. "Waa...pinter tenan langsung dadahi aku" seloroh penjual pada teman-temannya. Setelah mengucap terima kasih karena pujian yang diberikan pada mas D. Maman dan Mas D berjalan ke arah toko plastik.
Nah ditoko ini ga kalah serunya. Mas D ingin membawa pulang paket plastik yang dibeli orang. Padahal maman hanya beli plastik Opp untuk kaos jualannya.
#TantanganHari13
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP
#belajarapahariini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar