Sabtu, 04 November 2017

Sweet jail

Jumat pagi tgl 3 November kmrn merupakan jadwal rumbel boga mengelola Nasi jumat daaan rumahku lah yang ketempatan untuk membungkus nasi sebelum diserahkan ke Panti Asuhan. Sementara itu mas D yang sedang demam sejak hari Kamis sore terpaksa hanya tertidur saja dikamar meskipun teman2nya banyak yg datang.

Ga lama kemudian, DEra datang dari ambil no di puskesmas, DEra berencana memeriksakan mas D. Setelah saya siapkan mas D pun saya antar ke atas motor. Mas D merengek kecil kita tahu saya tidak mengantar. DEra terus jalan sambil berusaha menenangkan mas D.

Hampir satu jam DEra dan mas D di puskesmas. Tepat saat temen2 rumbel Boga mau berangkat ngantar nasi mas D dan DEra kembali. Mas D tertidur, saya bergegas menggendong mas D masuk ke Kamar, ternyata saat saya menyalakan AC kamar mas D terbangun seraya berteriak tidak ingin bersama saya" maman No".

Saya tetap memeluk mas D sambil menenangkan. "Ea...ea..." panggil mas D pada DEranya " maman ga mau D suntik maman ga da" celoteh mas D ditengah tangisnya sambil tangan terulur pada DEra.

Saya tersenyum kecil ketika sadar kalau ternyata mas D marah karena tidak saya antar ke puskesmas. Mas D mengira gegata saya tidak ikut, mas D pun disuntik.

Saat mas D sudah memaafkan, sayapun menjelaskan proses ambil darah tadi akan tetap terjadi karena untuk kebaikkan mas D.

Mas D kemudian meminta tali pada DEramya. Kami berpikir untuk mengikat open jeepnya. Termyata oh ternyata Kaki sayalah yang ditali dengan kakinya. Baiklah saya memahami kekhawatirannya ditinggal lagi. Akhirynya siang itu kami tertidur dengan kaki saling terikat.

Ceritanya belum selesai disitu. Sore ari setelah mandi, mas D kembali mengikat saya dengan tali guling,, karena saya meminta untuk dilepas agar bisa disambi kerja saat duduk disamping mas D, mas D pun mengikat tangan saya dengan tali guling. Sweet jail istilahnya bu Umi. Mas D tertidur nyenyak hingga pagi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar