Tampilkan postingan dengan label kuliahbunsayiip. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kuliahbunsayiip. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 November 2017

Kreatif itu, harus!

Level sembilan ini tema pelajaran yang akuuu banget, gimana nggak temanya tentang Kreativitas.

Tujuan level 9 ini adalah bagaimna kita harus selalu menjadi kreatif dalam segala hal, baik saat tenang maupun kepepet. Selain itu jugaaa mengingatkan kita untuk tidak serta merta mematikan kreativitas anak dengan seribu alasan yang katanya terbaik untuk Ananda.

Kemping kemarin memunculkan beberapa ide kreatif, salah satunya adalah Rak piring dari dus Susu, yang mana hal itu bukanlah merupakan kondisi kepepet tapi memang kondisi dimana kita diminta menikmati sebuah kesederhanaan dan kealamian namun tetap rapih dan enak dipandang. Jadiii sejujurnya saya kurang setuju jika asa pernyataan kreativitas itu the power pf kepepet, justru saat kepepet kreativitas kita macet karena ga bisa mikir. Itu c kalau aku....kalau temen2?

Sabtu, 11 November 2017

Akhirnya

Setelah lama kantung muntah hanya mengamati keadaan sekitar. Malam tadi kantung muntah mengambil perannya. Mas D tengah tertidur Lelap saat keinginan muntahnya datang, batuk tak kunjung reda saat aku akhirnya memutuskan berlari ke arah kamar padahal sebenarnya ada DEra.

Mas D batuk sambil mulutnya membentuk huruf O yang berarti akan muntah. Dengan sigap kuraih kantung muntah dipojokan. Awalnya mas D berontak tidak mau "no no no" serunya, namun setelah kuyakinkan tidak apa2, akhirnya mas D menurut juga muntah digantung tersebut. Dengan isak tangis diantara batuk mas D tersenyum sambil berkata "maman ga kotor" hehehe....akupun senyum kemenangan. Iyeees

Kamis, 09 November 2017

Berdamai yuk

Pagi tadi kutunaikan satu tugas tertunda sejak Rabu. Dah janjian juga ma DEra jika tak mau diganggu sebelum tugasku rampung.

Wuiih....tugas apa c kayaknya pentiiing banget? Betuul sangat penting, kali ini tugas yang timbul karena jadi PJ Rumbel Craft. Tugasnyaaa adalaaah membuat tutorial menjahit tempat Tissu. Sekalian promo ah,,
https://youtu.be/l4uV-WlOq0o itu link tutorialnya ingat subscribe juga ya.

Terus apa yang menarik dari cerita bikin tutorial,, tentu ada donk. Begini ceritanya, mas D itu tah kenapa selaluuuuu cemburu kalau aku sedang jahit dengan mesin, kalau jahit tangan mah Aman. Nah tadi begitu mulai masuk kamar Jahit mas D pun mulai kata2 andalannya jika melarang aku melakukan sesuatu,, yang dah kenal pasti hapal lah ya..." ma man babo" yang artinya mas D ingin bobok ditemani. Huft,, kudu cari cara nich kalau ga, tugasnya ga bakal kelar2. Alhasil akhirnya dapat Ide ketika mas D tiba2 tertawa lepas mendengar suara mesin jahit saat benang menjadi bundel. Lha gimana ga bundel ga ada kain dinamo diinjak kuenceeng pula.

Aha,, baiklah kita berdamai yuk ama mesin jahit mas. Jeritku senang dalam hati. Kuberi mas D tugas untuk menginjak dinamo saat aku menjahit. Daaan tara akhirnya selesai juga tutorialnya.

Selamat menonton,, ingat subscribe ya.

Celengan plastik

Terilhami dari masih banyaknya sampah plastik kresek dirumah dan juga tangan usil mas D yang selalu menarik Tisu tiap kali lewat didekatnya. Aku jadi punya ide untuk bikin celengan plastiiik.

Haah apa itu? Bukan celengan dari plastik lho tapiii celengan untuk nabung plastik.

Mas D duduk asyik didepanku saat kuceritakan rencana membuat mainan baru. Mas D membantu memilah plastik berukurab besar, sedang dan kecil setelah itu meranting plastik untuk kemudian dimasukkan ke celengan.

Ga nyangka mas D sukaak banget bahkan saat eyangnya datang celengan plastik tadi di pamerkannya. Hoho sekali dayung dua pulau terlampaui

Sirup atau?

Malam itu DEra datang bawa obat batuk lagi. Kali ini kami berharap mas D mau. Meskipun kami tau rasanya samaa aja ga enaknya.

Tah kenapa setiap kali minum obat tah sedikit atau banyak yang masuk pasti mas D langsung muntah. Padahal kalau vitamin minta tambah tambah tambah teruuus.

Akhirnya kami bertanya pada Eyank yang berprofesi sebagai Apoteker. Zat apa yang boleh dicampur ke obat sehingga mas D mau. Jawaban dari eyank membuat kami bahaagiiia. Selain Susu, air jeruk dan teh. Ahaaa....sirup berarti okey donk.

Malam itu juga kami mencoba meminumkan obat yang dicampur Sirup. Awalnya supaya mas D tau rasanya,, hanya sirup saja dan ketika mas D minta lagi baru deh kami kasih campuran obat. Hihi...maaf ya mas,, DEra ma Maman ga perlu lagi lari2 dan ganti baju tiap saatnya mas D minum obat. Bahkan sekarang setelah diberitahu boleh 3x sehari,, selalu meminta sendiri saat jadwalnya.

Special for you

Beberapa hari ini kami sedang berjibaku dengan batuknya mas D. Batuuuk berdahak bener2 menggangu aktifitas mas D. Nafsu makan tak sebanyak biasanya. Jika kmrn yang tak buat adalah kantung muntah,, makaaa kali ini aku meminta tambahan uang jajan untuk menjahit sebuah seprei waterproof. Bukan sesuatu yang baru memang, sdh banyak di Pasarkan. Hal yang membuat berbeda tentunya saja peruntukkannya.

Lho? Bukankah seprei untuk kasur ya? Betuul sekali,, tapii kali ini kasur yang berbeda. Sejak usia mas D menginjak 12bln,, mas D selalu sukaa tidur di lantai tepat dibawah AC dengan beralasakan Bantal2 yang di tata.

Nah karena keterbatasan jumlah bantal capek juga kali kudu cuca cuci sarung bantal pluus jemar jemur bantal bergantian karena terkena muntah. Soo akhirnya eksekusi juga rencana yang sdh terpendam lama itu. Bikin kasur a la Bantal2 dengan kain Waterproof.

Jadii kalau mas D muntah saat tidur dan kantong muntah tidak memungkinkan dipakai, kasur a la bantal amaan. Mas D ga teriak histeris terbangun karena basah,, maman tinggal lap selesai. Kembalii tidurrr

Senin, 06 November 2017

Mas D batuk

Hampir 3 hari ini mas D batuk pilek, ini batpil yang ketiga sejak mas D lahir. Setiap kali batuk mas D selalu muntah. Memuntahkan lendir/ riaknya.

Namun kali ini berbeda, sejak mas D mengenal rasa Jijik (baca:hyek, dalam bahasa mas D) mas D selalu heboooh duluan tiap kali muntah. "Maman hyeek" nangisnya lebih pada jijik daripada sakit saat muntah.

Baru pagi tadi aku sadar ada yang beda dan aneh. Mas D tidak muntah lagi. Mulai berpikir duh gimana ya caranya agar lendir/ riak dan ingus keluar kalau mas D ga muntah. Oo....ternyata bukan ga muntah lebih tepatnya c ga mau muntah. Trus? Mas D dengan rasa jijiknya yang baru lebih memilih menelan kembali mentahnya, Sehingga baju, tangan dan kakinya ama. Gubraaakz....bukankah itu sebenarnya lebih menjijikkan ya?

Emak kudu berpikir nich,, gimana ya caranya biar mau muntah n ga takut jijik. Akhirnya tak buatin kantung muntah. Kantung ini berbeda karena bisa digantung seleher mas D dan terbuat dari kain Waterproof sehingga bisa dipakai berxx. Nah sekarang yang belum nemu adalah caranya mau muntah lagi dan memastikan bahwa mas D ga bakal terkena muntahannya

Minggu, 05 November 2017

Keranku

Sabtu itu pikiranku berjibaku bersama tumben Craft. Jadwal hari ini adalah pelatihan membuat dompet menggunakan jahitan tangan.

Badan mas D yang masih demam sejak semalam membuatku mencoba berpikir untuk meninggalkan mas D bersama mimi, namun sayang ternyata mimi berencana ke dokter gigi, soo ga ada pilihan mas D harus ikut denganku.

Setelah menyelesaikan membuat sarapan aku bergegas mencuci peralatan memasak,, khawatir terlambat gerakanpun mengikuti irama cepat. Alhasil si keran yang sudah kiwir2 sejak beberapa haripun jebol, dia sudah lelah.

Tanpa pegangan keran buka tutup menjadi sangat menyusahkan, ulirannya sangat kecil butuh bantuan alat. Kotak peralatan diobrak abrik namun tak jua menemukan makhluk bernama tang. Pasti ada yang minjam dan tidak mengembalikan.

Aku melihat berkeliling seandainya ada sesuatu yang bisa dilakukan. Dikumpulkan barangku, maklum input, tampak botol kosong yang dulu dihuni cairan antiseptik pembunuh kuman. Segera kuambil tutupnya saja, rencananya c mau dijadikan pengganti pegangan keran.

Kembali melihat sekeliling mencoba menemukan selotip keran a.k.a. TBA tapi ga nemu juga. Sementara jarum panjang dan jarum pendek di dinding mulai bergerak dari angka 07.00. Panik? Nggak cuma khawatir ga terkejar aja,, manapula saat mencari TBA mas D yang tiba2 terbangun meminta dimasukkan lele. Tambah khawatir lah emak.

Saat melintasi kotak P3K ide liar muncul, ga ada TBA plesterpun jadi. Jadilah keran cantik dari tutup D*t*** di plester.
Alhamdulillah selamat juga hari ini.

Sabtu, 04 November 2017

Sweet jail

Jumat pagi tgl 3 November kmrn merupakan jadwal rumbel boga mengelola Nasi jumat daaan rumahku lah yang ketempatan untuk membungkus nasi sebelum diserahkan ke Panti Asuhan. Sementara itu mas D yang sedang demam sejak hari Kamis sore terpaksa hanya tertidur saja dikamar meskipun teman2nya banyak yg datang.

Ga lama kemudian, DEra datang dari ambil no di puskesmas, DEra berencana memeriksakan mas D. Setelah saya siapkan mas D pun saya antar ke atas motor. Mas D merengek kecil kita tahu saya tidak mengantar. DEra terus jalan sambil berusaha menenangkan mas D.

Hampir satu jam DEra dan mas D di puskesmas. Tepat saat temen2 rumbel Boga mau berangkat ngantar nasi mas D dan DEra kembali. Mas D tertidur, saya bergegas menggendong mas D masuk ke Kamar, ternyata saat saya menyalakan AC kamar mas D terbangun seraya berteriak tidak ingin bersama saya" maman No".

Saya tetap memeluk mas D sambil menenangkan. "Ea...ea..." panggil mas D pada DEranya " maman ga mau D suntik maman ga da" celoteh mas D ditengah tangisnya sambil tangan terulur pada DEra.

Saya tersenyum kecil ketika sadar kalau ternyata mas D marah karena tidak saya antar ke puskesmas. Mas D mengira gegata saya tidak ikut, mas D pun disuntik.

Saat mas D sudah memaafkan, sayapun menjelaskan proses ambil darah tadi akan tetap terjadi karena untuk kebaikkan mas D.

Mas D kemudian meminta tali pada DEramya. Kami berpikir untuk mengikat open jeepnya. Termyata oh ternyata Kaki sayalah yang ditali dengan kakinya. Baiklah saya memahami kekhawatirannya ditinggal lagi. Akhirynya siang itu kami tertidur dengan kaki saling terikat.

Ceritanya belum selesai disitu. Sore ari setelah mandi, mas D kembali mengikat saya dengan tali guling,, karena saya meminta untuk dilepas agar bisa disambi kerja saat duduk disamping mas D, mas D pun mengikat tangan saya dengan tali guling. Sweet jail istilahnya bu Umi. Mas D tertidur nyenyak hingga pagi

Jumat, 03 November 2017

Lodeh panggang

Kemarin pagi, rumah kami terjadwal menerima tamu untuk pembungkusan nasi Jumat Sejuta Cintanya IIP.  Rencananya mau mbungkus sepagi mungkin, alhasil saya kudu segera merampungkan urusan domestik dan menyiapkan tempat.

Pukul 06.00 pagi seperti biasa semua sdh selesai sarapan, kecuali mas D. Mas D dengan demamnya yang sdh hari keempat ini menjadi berkurang nafsu makannya. Tapi anehnya kalau cemilan teteeep aja mau.

Apapun yang terjadi makanan kudu masuk dalam bentuk apapun.
Pikir punya pikir,, akhirnya saya memblender lodeh, nasi, daging ayam dan tempe goreng kesukaan mas D kemudian dibentuk memanjang daaaan dipanggang. Setelah 20 menit sang Oven berbunyi ting...makanan mas D siap. Saat saya mau masuk rumah mas D menghampiri sambil berkata "apa itu ma?" hampir aja saya jawab nasi untungnya gercep dan jawab "enak nich mas,, cemilan" jawab saya sambil memberikan sebatang cemilan tadi " mau mau" dengan sigap mas D langsung memasukkan nasi lodeh panggang tadi ke dalam mulutnya.

Hap hap...lima batang tak terasa sdh dihabiskan mas D daaaan hal itu sama dengan seporsi makannya. Alhamdulillah tenaga untuk siang ini sdh cukup

Kamis, 02 November 2017

Bingung

Hari pertama masuk kelas terlambat, gegara listrik padam. Paginya ga kalah terkejut dengan hilangnya semua chat. Setelah minta bantuan mba Fasil kece n temen sekelas,, akhirnya dapat juga riwayat Chat saat malam. E..belum juga sempat rampung mbaca, kelas pagi dah dimulai. Akhirnyaa lanjut ikut kelas pagi dulu.

Gambar pertama dimulai, gambar kedua. Kami diminta nebak gambarnya. Yang terlihat sekilas sich gambar hewan, namun saat nyoba liat dari sudut pandang yang berbeda, e...e...kok ya gitu isinya dua pasangan kekasih sedang bercumbu, eh yang satu dah punya anak dink.

Hmm...setelah kuliah beberapa bulan, baru level ini saya merasa bahagia, enjoy ngikutin kelas ga kayak biasanya yang hanya sekedar formalitas. Segenap Jiwa bisa dikata mengikuti kelas pagi itu.
Oo...saya tahu alasannya karena tema yang diusung ternyata.

Tema level 9 ini adalah Kreativitas, dan boleh lah dikata Kreatif it's me. Pantaaas aja kan enjoooy bianget.
Eits,, tunggu dulu enjoy banget ga lantas bikin tugasnya semudah biasanya, nah lo mulai bingung deh yang baca. Gimana ga bingung, secara ga langsung tantangan 10 hari kali ini adalah dipaksa berpikir kreatif untuk sebuah masalah drumah yang mana solusinya kudu kreatif, menambah bonding keluarga dan pastinya Beda. Lha kok malah diminta cari2 masalah ya? Agar kita berpikir kreatif.

Seharian ini udah dirunut proses drumah,, dan semuanya berjalan baik2 saja. Tak ada satupun yang bisa membuat kami bisa melakukan T10, mungkin karena yang kami lakukan merupakan rutinitas ya? Jadii ya semuanya biasaa aja apalagi hampir bisa dikata setengah hari tadi saya dan mas D asyiiik tidur.

Baiklah,, belum berhasil nich menemukan sesuatu yang bisa membuat berpikir kreatif semoga besok pagi lebih beruntung ya. Atau....emang kudu berpikir kreatif agar ga bingung lagi?

Jumat, 21 April 2017

Reaksi mas D

Siang itu, maman dan kakung mengajak mas D berjalan- jalan ke sebuah tempat pemrosesan kertas daur ulang. Rencananya akan survei untuk nanti hari Sabtu menjual buku- buku dan kumpulan beberapa jurnal yang sudah tidak dipakai.

Berbekal arahan mba Gita Perwita Sari (baca: GPS) kami berangkat. Sesampai disana kami sungguh terkejut. Betapa besar lokasinya pemrosesan kertas ini. Keterkejutan kami dimulai dengan adanya kebun binatang mini di halaman depan. Ada beberapa Rusa dikandangkan disana, juga burung. Saat menunjukkan pada mas D tentang keberadaan Rusa, mas D seolah tak merespon. Selidik punya selidik ternyata mas D lebih tertarik pada air yang mengalir di selokannya.

Perjalanan kami lanjutkan, motor terus melaju ke halaman belakang hingga tibalah kami di sebuah halaman belakang yang telah disulap menjadi tempat pemrosesan kertas. Suara kencang Musik di lokasi serta merta membuat mas D bergoyang gembira. Masih dengan kebingungan "ini dimana" namun tak menyurutkan goyangan mas D yang kemudian diikuti putaran tangannya.

Musik dari speaker berhenti mas D pun turut berhenti bergoyang dan kemudian mulai memperhatikan sekelilingnya. Mas D menunjuk- nunjuk dua buah truk yang besar, tak lupa mas D pun menunjuk- nunjuk Forklift yang berjalan mondar- mandir melalui kami. Satu truk pergi meninggalkan kami, alhasil pandangan kami akan tempat tersebut menjadi lebih luas. Mas D mulai melihat sekelilingnya yang ternyata tak hanya ada truk dan Forklift tapi juga puluhan orang yang tengah bekerja menyobek dan memilah kertas.

Mas D menujuk ke arah kerumunan orang seraya berkata " tah.. Tah..." yang artinya tetah. Saya menetah mas D mengikuti arah kakinya melangkah. Benar saja tebakan saya,, mas D menghampiri beberapa karyawan dan menyapa " mbak..." tak lupa senyum manisnya dan membuat para mbak disana gemes melihatnya. Setelah duduk jongkok agak lama mas D serta merta mengambil kertas, sepertinya mau ikutan nyobek, tapi karena takut megganggu saya ajaklah mas D untuk ke arah yang lain.

" na...na" tunjuk mas D ke arah sebuah mesin besar pemotong kertas. Saya jelaskan jika itu adalah mesin pemotong kertas dan sebaiknya anak kecil tidak mendekat karena berbahaya. Mas D mengerti kemudian kembali perhatiannya pada truk besar yang sedang memuat muatan. Penuh konsentrasi mas D melihat- lihat truk besar itu dari kejauhan. Tiba- tiba mas D menarik tangan saya dan berjalan ke arah Forklift berhenti. Setiba di dekat Forklift mas D meminta bantuan saya untuk bisa naik, karena saat itu mulai jam istirahat siang Forkliftpun tidak dipakai lagi dan saya berani menaikkan mas D kesana. Setelah berhasil duduk dan memegang setiran di Forklift, mas D tampaak puas. Mulai menggerak- gerakkan porsneling dan beberapa tuas disekitarnya. Tiga puluh menit lebih mas D mengobservasi  makhluk besi itu, kemudian kakung datang dari arah kantor dan mengajak kami pulang.

#Tantangan10Hari
#Tantanganharike2
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP
#belajarapahariini

Kamis, 20 April 2017

Hadiah Ultah

" pakeeet" teriak kurir dari luar pagar. Maman yang sedari pagar memang menunggu paket bergegas lari ke gerbang.
Paket itu ditunggu- tunggu maman karena merupakan hadiah Ulang tahun mas D yang pertama dari om dan Tante di London.

Setelah heboh membuka paketnya (ini kebiasaan maman dan mas D kalau terima paket,, maklum maman Shopaholic Olshop) akhirnya muncullah kotak sorting untuk mas D. Tanpa dikomando mas D langsung merebut kotak yang terbuat dari kayu itu dan mengekplorasinya. Hal pertama yang dilakukan mas D saat eksplorasi adalah menggigit/ memasukkan ke mulut semua benda yang baru ditemuinya,, maklum begitulah cara mas D mengenali eh ga cuma mas D dink,, semua bayi juga begitu.

Setelah puas menggigit plus mengicip satu demi satu,, mas D mulai memasukkan mainannya ke dalam kotak melalui lubang. Karena judulnya Sorting box,, mestinya mainan dimasukkan ke Box mengikuti bentuknya. Tapii....saking cerdasnya mas D semua mainan masuk kotak melalui satu lubang yaitu lubang palang. Seakan tak ingin mendengar ucapan maman, mas D dengan senyum kemenangannya tetap cuek memasukkan mainan melalui satu lubang yang sama tidak mengikuti bentuk dan warnanya.

#Tantangan10Hari
#Tantanganhari1
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP
#belajarapahariini

Sabtu, 04 Maret 2017

Maman sakit, istirahat ya..

Justru dihari akhir tantangan maman sedang tidak sehat. Namin, karena bertepatan dengan weekend maka banyak yang bisa membantu mas D untuk buang air di kamar mandi. Bahkan justru mengejutkan eyang putri yang memang sehari- hari jarang bertemu mas D.

"Eh...eh...eeewh...." teriak mas D saat tengah bermain dengan eyank,, kemudian merangkak cepat ke kamar mandi. Eyang yang memang sudah diinfokan oleh maman bergegas membuka training pants mas D dan memegangi mas D saat pipis.
Sambil memainkan sang Matahari, mas D pipis....setelah itu di basuh dengan air.
"Alhamdulillah selesai" ucap eyang dan mengajak mas D keluar untuk handukkan dan memakai kembali Training pantsnya.

Sore hari, sepulang dari bermain di TPA mas D kembali merangkak cepat di kamar mandi. Kakung mengira mas D ingin cuci tangan dan kaki. Diangkat segera mas D masuk kamar mandi, namun mas D menolak mungkin karena training pantsnya belum dibuka. "Lhoo kenapa kok ga mau masuk? " tanya kakung "ek" jawab mas D. Maman yang tengah minum dan duduk di kursi memberitahukan kalau mas D ingin buang air besar. Kakung merasa tidak bisa menemani, akhirnya memanggil DEra.
Setelah selesai buang air besar, mas D kembali minta di gendong kakung dan menunjuk- nunjuk ke arah keluar tanda meminta kembali ke TPA dengan sebelumnya telah mengambil buku untuk dibawa.

Alhamdulillah hari ini mas D tetap bisa berlatih meskipun maman kurang sehat. Berkat, Eyang putri, kakung dan DEra.

Jumat, 03 Maret 2017

Matahari itu Solusinya

Hari pertama latihan buang air, setelah yang kemarin gagal total. Tapi karena pagi hingga siang di luar rumah,, maka dimulai sejak pukul 14.00.

Sebenarnya mas D sejak lahir selalu merasa risih jika kotor, baik BAK maupun BAB. Sehingga,, sejak mulai merangkak jika ingin BAK dan BAB selalu sdh mojok di pintu kamar mandi. Jadiii....sebenarnya dan kudunya dah lulus ya? Hihihi

Pagi tadi dapat tulisan menarik dari pak Harry Santosa, guru kami.
Kami tulis ulang disini ya;

Apakah anak dibawah 7tahun tidak boleh diajarkan adab atau mandiri atau Disiplin?

Oleh: Harry Santosa

Ayah Bunda yang baik fitrahnya,

Anak anak kita di bawah 7 tahun ini fitrahnya masih baru tumbuh merekah sedang indah indahnya. Jadi harus hati-hati benar dan sepenuhnya mencintainya.

Para psikolog menyebut masa ini masih pra latih atau pra operasional. Dalam perspektif perkembangan manusia, masa ini anak belum punya tanggungjawab moral apalagi sosial.

Karenanya dalam Islam, orangtua baru diperintahkan utk memerintahkan anaknya (untuk sholat) di usia 7 tahun bukan sejak dini, apakah Allah lalai?

Tentu Maha Suci Allah, karena Allahlah Yang Paling Tahu fitrah manusia. Tiada anak di bawah 7 tahun yg suka gerakan formal dan tertib.

Begitupula banyak hadits bertebaran ttg betapa pentingnya merawat imaji imaji keindahan anak di bawah 7 tahun. Imaji dan abstraksi anak sedang puncaknya.

Maka betapa penting dan besarnya pahala bermain, bercanda dan membahagiakan hati anak.

Pesan Rasulullah SAW :

"Siapa yang memiliki anak, hendaklah ia bermain bersamanya dan menjadi sepertinya. Siapa yang mengembirakan hati anaknya, maka ia bagaikan memerdekakan hamba sahaya. Siapa yang bergurau (bercanda) untuk menyenangkan hati anaknya, maka ia bagaikan menangis karena takut kepada Allah ‘Azza wa Jalla"

Para ulama juga mengingatkan agar menunda semua bentuk cerita ttg neraka, hari kiamat, perang akhir zaman, dajjal dsbnya, pd anak di bawah 7 tahun.

Lantas, apa tidak dididik adab, disiplin, mandiri dll????

Tentu saja dididik, tetapi mendidik berbeda dengan mengajarkan. Mendidik itu menumbuhkan antusias, gairah, cinta, dsbnya.

Mendidik itu mirip berdakwah, sangat memperhatikan tahapan usia, kematangan, perasaan, fikiran, sifat dari obyek dakwah.

Apalagi anak di bawah 7 tahun, tentu kita harus sangat bijak dan kreatif, cinta sekaligus logika (nalar) agar tidak menciderai fitrahnya.

Jadi?

Nah,

1. Inspirasikan, Imajikan dan teladankan indahnya perilaku baik melalui kisah kisah indah maupun contoh langsung.

Jangan paksa melakukan kebaikan jika sedang tidak mau, karena mereka belum memiliki kesadaran akan nilai, namun di waktu yang nyaman dan menyenangkan, perbanyak menginspirasi dan meneladankan.

Misalnya ajaklah anak membereskan mainan dengan bermain dan seru, ajaklah anak makan bersama dengan anak anak yatim dan membagikan hadiah utk mereka dsbnya, ini jauh lebih berkesan indah sepanjang hayat anak, daripada cara cara shortcut.

Jadi asah dan tajamkan naluri dan nurani fitrah keayahan atau fitrah keibuan kita, temukan cara2 keren dan menyenangkan.

2. Salurkan potensi energinya dan sifat uniknya, jangan membenturkannya dengan akhlak dan adab.

Misalnya anak yang suka cerewet dimarahi padahal ini potensi suka berkomunikasi. Anak yang suka keras kepala dihukum padahal ini potensi pemimpin dll.

Jika suka berkomunikasi (cerewet), jadikan dia direktur humas di rumah, beri tugas yang banyak bicara, misalnya beri panggung untuk bercerita dan berkisah, dengarkan dengan antusias. Beri jadwal menyapa nenek dan kakek, mengantarkan makanan atau undangan ke tetangga dll. Lihatlah betapa antusias dan gerak semangatnya ketika menjalaninya.

Jika suka memimpin, maka jadikan pimpro dalam kegiatan sederhana, misalnya pimpro jalan jalan, pimpro berkebun atau memelihara hewan dll. Lihatlah binar matanya ketika menerima dan menjalankan tugas itu.

3. Banyaklah berempati menggali perasaannya, berhenti menggunakan kacamata kita dalam menyerap maksud perilaku anak, gunakanlah kacamata anak.

Setiap perilaku anak yang nampak nakal adalah jeritan hati anak yang tak bertemu jalan keluarnya, maka tangkaplah maknanya, bacalah binar atau redup matanya, amati gestur tubuhnya dll. Temukan kebutuhannya dan solusinya.

4. Dahulukan pesan kebaikan bukan pesan keburukan. Jika anak naik meja makan, daripada berteriak, "jangan nakal, jangan naik, nanti jatuh, nanti kotor..." sebaiknya katakan "nak, meja itu utk makan ya sayaang, kaki kamu utk jalan di lantai atau jalan ke masjid"

Anak akan mengingat kebaikan lebih banyak dan berkesan daripada keburukan.

5. Adabkan anak dengan cinta, sehingga dia cinta pada adab. Temukan cara dan waktu yg tepat utk membuatnya bergairah pada kebaikan.

Anak di bawah usia 7 tahun yang terlalu cepat diadabkan dengan cara cara yang tidak alamiah (shortcut) maka kelak kita temukan anak yang tidak beradab karena mereka menangkap kesan buruk tentang adab, lalu membenci adab sepanjang hidupnya.

Ingatlah bahwa adab bukan tentang disiplin dan etika, namun tentang perbuatan yang berderajat dan bermartabat indah yang sesuai dengan fitrah manusia..

Salam Pendidikan Peradaban

#pendidikanberbasisfitrah dan akhlak 
#fitrahbasededucation

Berbekal artikel itulah maman bertekad akan mengajarkan mas D untuk pipis sambil duduk. Bukankah begitu sunahnya?.
Berkali-kali diminta agar pipis sambil jika jongkok belum juga sukses. Akhirnya sesiangan tadi maman memutar otak mencari cara agar mas D mau pipis posisi Jongkok. Maman memperhatikan berkali-kali mas D akan jongkok ketika meraih sesuatu yang menarik misalnya seperti siang tadi, mas D tetiba jongkok mengobservasi plastik pengganjal tutup bak mandi. Berkat Emisol (Empati, Imajinasi dan Solusi,, pinjam istilah bang Ical). Ahaaaa, akhirnya maman menempel stiker matahari yang baru dibeli siang tadi di bak kamar mandi. Posisinya hampir dekat tutup bak,, sehingga bisa diraih jika mas D jongkok. Alhamdulillah,, sejak itu mas D pipis dan cebok selalu jongkok. Hihi...ga gontok2an bahkan sampai kepleset berdua lagi deh

Kamis, 02 Maret 2017

GaTot

Latihan kemandirian buang Air hari kedua GaTot,, alias gagal Total. Kenapa? Karena maman agak kurang konsisten. Pagi tadi, maman dan mas D ditemani kakung melakukan kegiatan belajar bersama alam, duh aduh bahasanya. Padahal mah nangkap ikan di kali pakai Jaring. Yap, pagi tadi maman, mas D dan kakung bermain di tepi kali untuk mencari bibit ikan wader, guna memulai proyek maman.

Terbayang donk, kerepotannya jika mesti ga berdiaper? Yang mana disana ga ada wc umum, arus kalipun suangaaat deres. Belum lagi setiap satu jam mengangkat jaring (duh..duh....alasannya banyak).

Jadi sudah diputuskan bahwa Jumat maman dan mas D akan memulai dari nol latihan kemandirian buang air.

Seharian kemarin maman dan mas D banyak belajar, terutama mas D. Belajar pegang rumput, pegang tanah, pegang ikan, belajar mengenal ikan sapu-sapu. Serta belajar makan pakai tangan (kalau ini sich bukan belajar lagi, sudah naluri). Kerennya sebelum makan, mas D meminta maman untuk mencuci tangannya terlebih dahulu, sambil menunjukkan telapak tangannya yang kotor.  Karena tidak ada air bersih, maman me-lap tangan mas D hanya memakai tisu.

Terima kasih mas D, pengalaman berharga kemarin, setelah ini kita semangat ya...latihan kemandirian buang airnya.

Rabu, 01 Maret 2017

My first day

Hari ini hari pertama maman dan mas D bekerja sama untuk berlatih kemandirian toilet training.

Pagi hingga siang lancar jaya, bukan mas D memberi isyarat dengan bicara melainkan maman dengan ilmu titennya.

Sebenarnya mas D sejak H+4 lahir sdh di tatur hanya saja maman masih suka kurang konsisten. Mas D masih tetap mengenakan diaper saat proses, maman mengantarkan ke kamar mandi tiap 30-60 menit sekali. Kadang sukses kadang gagal (pipis di celana). Namun, maman selalu ingat Toilet Training sebaiknya dilakukan dengan gembira.

Selasa, 28 Februari 2017

Tahu Guling pertama

Jika biasanya yang diceritakan sarapan. Hari ini berbeda. Sarapan maupun makan siang tak ada peristiwa khusus.

Eh ada dink ada insiden saat makan siang. Piring pecah, yup mas D tidak sengaja memecahkan piring bekas maman makan. Mas D agak kesal ketika melihat piring maman sudah kosong, sementara piringnya masih banyak daaaan sepertinya mas D kurang berkenan dengan makanannya.

Makan malam ini istimewa, jika biasanya makanan siap tersaji di meja, maka kali ini makanan baru akan diracik jika akan makan. Kenapa? Karena menu malam ini ada tahu guling a la Eyank Putri. Setelah meracik milik kakung, milik DEra dan maman tibalah eyang meracik untuk mas D.

Suapan pertama membuat mas D kedip kedip tanda nikmat. Lanjut suapan kedua dan seterusnya. Wow....maman dapat kejutan malam ini, makanan mas D telah habis dimakan. Mas D sangat lahap menyantap tahu guling pertamanya.
Sedikit tercecer di lantai itu biasa, lh klau g tercecer itu luaaaaar biasa. Mas D emang pintar dan cepat belajar. "Kita lihat dua hari ke depan jika semakin membaik maka latihan kemandirian nya kita ganti yang lain ya mas" gumam maman seraya mencium sayang dahi mas D

Senin, 27 Februari 2017

Mencari waktu yang tepat

Pagi tadi tah kenapa acara makan tak selancar seperti biasa. Setelah makanan terhidang, mas D terlihat biasa saja alias tak bersemangat. Padahal maman sdh memasak khusus untuk mas D, gurami Asam Manis dan sayur asem.

Dengan wajah yang datar mas D menumpahkan seluruh isindi piringnya saat maman tengah memgambil makanan di meja makan.

Maman dan Kakung ternganga melihat kejadian itu. Kemudian maman mendekati mas D seraya berbisik " kenapa mas D kok makanannya ditumpahkan? " yang di jawab pendek oleh mas D "dah" hmm....maman berpikir keras kenapa ya mas D tak ingin makan. Maman berinisiatif memeriksa mulut dan gigi mas D "ga ada yang terluka" "Okey mas D karena makanan sdh ditumpahkan, jatah makan pagi mas D sdh tidak ada" urai maman seraya menyantap makan paginya.

Maman berpikir paling juga satu atau dua jam lagi mas D akan meminta makan. Tapii...maman salah sdh hampir jam makan siang mas D tidak juga meminta makan. Padahal kalau dipikir- pikir susunya juga tidak banyak lho sejak pagi.

Hampir dzuhur jawaban itu pun datang. Serkileran (ada yang mutar meminta sumbangan kematian) tiba di rumah. Saat itu yang tengah bertugas adalah budhe Ratmi. " hallo mas D, gimana tadi rotinya Enak?" mas D tersenyum sangaaaat manis. Ini dia rupanya kenapa mas D tak mau makan bahkan hingga sesiang ini. Rupanya pagi tadi saat jalan2 mas D mendapat upeti.
Dan tidak hanya itu saja, setelah pulang jalan2, saat maman masih masak mas D mengambil sendiri roti di toples. Toples roti hampir tertendang maman saat akan mengambil uang untuk serkileran.

"Haha...ini rupanya alasan kenapa mas D ga mau makan" begitu pikir maman. Tentu saja karena kenyang bukan karena ada masalah. Maman menjadi tenang setelah mengetahui hal tsb. Namun maman jadi berpikir ternyata makanpun membutuhkan waktu yang tepat, semudah apapun mas D makannya. Jika kenyang yaaa tidak antusias lagi.

Baiklah besok pagi sebelum jalan2, makan pagi harus sudah selesai di santap. Maman masaknya harus cepat, paling tidak makanan untuk mas D dulu yang dimasak.

Minggu, 26 Februari 2017

Lodeh, yummy

Hari kedua tanpa DEra dirumah yang menemani sarapan nyaris tak begitu berarti. Mas D masih semangat untuk mencicipi makanan yang dihidangkan maman.

Pagi tadi Eyang putri memasakkan Lodeh untuk Mas D. Lodeh adalah sayur kesukaan mas D, persis seperti kakungnya yang menyukai rasa Gurih.

Mas D mulai terbiasa makan sendiri, baik dengan sendok, tangan maupun mulut langsung (maaf, dimaklumi ya....suka niru tingkah Liebe adek berbulu sang Maman).
Tapi tah kenapa pagi ini  mas D  terburu- buru saat memakannya. Alhasil, mas D menjadi batuk dan keselak. Tak berapa lama mas D pun memuntahkan makanan yang baru saja masuk. "Hmm....hati- hati mas D" pinta maman. Mas D nyengir sambil nunjuk ke arah luar. Hooo rupanya mas D memberi isyarat pada maman bahwa sebentar lagi budhe Ratmi akan datang. Ya budhe Ratmi memang akan segera menjemput mas D untuk dibawa pulang karena tak lama lagi maman akan pergi untuk kegiatan rumbel Craft.

Siang ini mas D makan bersama teman2nya, anehnya umur mas D yang paling muda, tapi mas D lah yang makan sendiri dengan tenangnya. Sementara kakak2nya makan sambil dikejar kesana kemari oleh ibunya. Alhamdulillah, mas D sudah paham dan mengerti bagaimana cara makan yang baik.