Minggu, 05 November 2017

Keranku

Sabtu itu pikiranku berjibaku bersama tumben Craft. Jadwal hari ini adalah pelatihan membuat dompet menggunakan jahitan tangan.

Badan mas D yang masih demam sejak semalam membuatku mencoba berpikir untuk meninggalkan mas D bersama mimi, namun sayang ternyata mimi berencana ke dokter gigi, soo ga ada pilihan mas D harus ikut denganku.

Setelah menyelesaikan membuat sarapan aku bergegas mencuci peralatan memasak,, khawatir terlambat gerakanpun mengikuti irama cepat. Alhasil si keran yang sudah kiwir2 sejak beberapa haripun jebol, dia sudah lelah.

Tanpa pegangan keran buka tutup menjadi sangat menyusahkan, ulirannya sangat kecil butuh bantuan alat. Kotak peralatan diobrak abrik namun tak jua menemukan makhluk bernama tang. Pasti ada yang minjam dan tidak mengembalikan.

Aku melihat berkeliling seandainya ada sesuatu yang bisa dilakukan. Dikumpulkan barangku, maklum input, tampak botol kosong yang dulu dihuni cairan antiseptik pembunuh kuman. Segera kuambil tutupnya saja, rencananya c mau dijadikan pengganti pegangan keran.

Kembali melihat sekeliling mencoba menemukan selotip keran a.k.a. TBA tapi ga nemu juga. Sementara jarum panjang dan jarum pendek di dinding mulai bergerak dari angka 07.00. Panik? Nggak cuma khawatir ga terkejar aja,, manapula saat mencari TBA mas D yang tiba2 terbangun meminta dimasukkan lele. Tambah khawatir lah emak.

Saat melintasi kotak P3K ide liar muncul, ga ada TBA plesterpun jadi. Jadilah keran cantik dari tutup D*t*** di plester.
Alhamdulillah selamat juga hari ini.

Sabtu, 04 November 2017

Sweet jail

Jumat pagi tgl 3 November kmrn merupakan jadwal rumbel boga mengelola Nasi jumat daaan rumahku lah yang ketempatan untuk membungkus nasi sebelum diserahkan ke Panti Asuhan. Sementara itu mas D yang sedang demam sejak hari Kamis sore terpaksa hanya tertidur saja dikamar meskipun teman2nya banyak yg datang.

Ga lama kemudian, DEra datang dari ambil no di puskesmas, DEra berencana memeriksakan mas D. Setelah saya siapkan mas D pun saya antar ke atas motor. Mas D merengek kecil kita tahu saya tidak mengantar. DEra terus jalan sambil berusaha menenangkan mas D.

Hampir satu jam DEra dan mas D di puskesmas. Tepat saat temen2 rumbel Boga mau berangkat ngantar nasi mas D dan DEra kembali. Mas D tertidur, saya bergegas menggendong mas D masuk ke Kamar, ternyata saat saya menyalakan AC kamar mas D terbangun seraya berteriak tidak ingin bersama saya" maman No".

Saya tetap memeluk mas D sambil menenangkan. "Ea...ea..." panggil mas D pada DEranya " maman ga mau D suntik maman ga da" celoteh mas D ditengah tangisnya sambil tangan terulur pada DEra.

Saya tersenyum kecil ketika sadar kalau ternyata mas D marah karena tidak saya antar ke puskesmas. Mas D mengira gegata saya tidak ikut, mas D pun disuntik.

Saat mas D sudah memaafkan, sayapun menjelaskan proses ambil darah tadi akan tetap terjadi karena untuk kebaikkan mas D.

Mas D kemudian meminta tali pada DEramya. Kami berpikir untuk mengikat open jeepnya. Termyata oh ternyata Kaki sayalah yang ditali dengan kakinya. Baiklah saya memahami kekhawatirannya ditinggal lagi. Akhirynya siang itu kami tertidur dengan kaki saling terikat.

Ceritanya belum selesai disitu. Sore ari setelah mandi, mas D kembali mengikat saya dengan tali guling,, karena saya meminta untuk dilepas agar bisa disambi kerja saat duduk disamping mas D, mas D pun mengikat tangan saya dengan tali guling. Sweet jail istilahnya bu Umi. Mas D tertidur nyenyak hingga pagi

Jumat, 03 November 2017

Lodeh panggang

Kemarin pagi, rumah kami terjadwal menerima tamu untuk pembungkusan nasi Jumat Sejuta Cintanya IIP.  Rencananya mau mbungkus sepagi mungkin, alhasil saya kudu segera merampungkan urusan domestik dan menyiapkan tempat.

Pukul 06.00 pagi seperti biasa semua sdh selesai sarapan, kecuali mas D. Mas D dengan demamnya yang sdh hari keempat ini menjadi berkurang nafsu makannya. Tapi anehnya kalau cemilan teteeep aja mau.

Apapun yang terjadi makanan kudu masuk dalam bentuk apapun.
Pikir punya pikir,, akhirnya saya memblender lodeh, nasi, daging ayam dan tempe goreng kesukaan mas D kemudian dibentuk memanjang daaaan dipanggang. Setelah 20 menit sang Oven berbunyi ting...makanan mas D siap. Saat saya mau masuk rumah mas D menghampiri sambil berkata "apa itu ma?" hampir aja saya jawab nasi untungnya gercep dan jawab "enak nich mas,, cemilan" jawab saya sambil memberikan sebatang cemilan tadi " mau mau" dengan sigap mas D langsung memasukkan nasi lodeh panggang tadi ke dalam mulutnya.

Hap hap...lima batang tak terasa sdh dihabiskan mas D daaaan hal itu sama dengan seporsi makannya. Alhamdulillah tenaga untuk siang ini sdh cukup

Kamis, 02 November 2017

Bingung

Hari pertama masuk kelas terlambat, gegara listrik padam. Paginya ga kalah terkejut dengan hilangnya semua chat. Setelah minta bantuan mba Fasil kece n temen sekelas,, akhirnya dapat juga riwayat Chat saat malam. E..belum juga sempat rampung mbaca, kelas pagi dah dimulai. Akhirnyaa lanjut ikut kelas pagi dulu.

Gambar pertama dimulai, gambar kedua. Kami diminta nebak gambarnya. Yang terlihat sekilas sich gambar hewan, namun saat nyoba liat dari sudut pandang yang berbeda, e...e...kok ya gitu isinya dua pasangan kekasih sedang bercumbu, eh yang satu dah punya anak dink.

Hmm...setelah kuliah beberapa bulan, baru level ini saya merasa bahagia, enjoy ngikutin kelas ga kayak biasanya yang hanya sekedar formalitas. Segenap Jiwa bisa dikata mengikuti kelas pagi itu.
Oo...saya tahu alasannya karena tema yang diusung ternyata.

Tema level 9 ini adalah Kreativitas, dan boleh lah dikata Kreatif it's me. Pantaaas aja kan enjoooy bianget.
Eits,, tunggu dulu enjoy banget ga lantas bikin tugasnya semudah biasanya, nah lo mulai bingung deh yang baca. Gimana ga bingung, secara ga langsung tantangan 10 hari kali ini adalah dipaksa berpikir kreatif untuk sebuah masalah drumah yang mana solusinya kudu kreatif, menambah bonding keluarga dan pastinya Beda. Lha kok malah diminta cari2 masalah ya? Agar kita berpikir kreatif.

Seharian ini udah dirunut proses drumah,, dan semuanya berjalan baik2 saja. Tak ada satupun yang bisa membuat kami bisa melakukan T10, mungkin karena yang kami lakukan merupakan rutinitas ya? Jadii ya semuanya biasaa aja apalagi hampir bisa dikata setengah hari tadi saya dan mas D asyiiik tidur.

Baiklah,, belum berhasil nich menemukan sesuatu yang bisa membuat berpikir kreatif semoga besok pagi lebih beruntung ya. Atau....emang kudu berpikir kreatif agar ga bingung lagi?

Senin, 18 September 2017

Berjalan- jalan ke baby shop

Maman dan mas D menemani tante Memi berbelanja keperluan dek Nikka di Babyshop Kinkin. Sebelum turun dari motor maman kembali menjelaskan pada mas D jika hari ini kita tidak berencana untuk membeli apapun, hanya mengantarkan tante Memi. Mas D mengangguk dan mengulurkan tangannya untuk dibantu turun dari motor.

Bertiga masuk ke toko bergantian. Tante Memi langsung menuju baju bayi, sementara mas D ke tempat mainan. Maman menemani tante Memi memilih mainan sambil terus mengawasi mas D. Mas D tengah asyik melihat- lihat mainan, saat seorang kakek menggendong cucunya masuk.

Sang kakek kemudian mengambil mainan berbentuk seperti palu, dan berbunyi cit cit jika di goyangkan. Mas D berjalan menghampiri maman " ma, mau" tunjuk mas D pada mainan palu berbunyi tadi. Maman tersenyum kemudian jongkok dan memegang kedua tangan mas D " mas D, kitakan hanya mau mengantar tante Memi, tidak untuk belanja sendiri" maman mengingatkan, mas D cemberut maman kembali tersenyum " lagi pula, mas D sudah punyakan mainan seperti itu dirumah" lanjut maman. "Usak ga ada" jawab mas D " nah apalagi hanya dirusak, ga perlu kita beli" jawab maman kemudian " D mau..." ucap mas D lagi. " tidak sayank,, hari ini kita hanya mengantar tante Memi, jika mas D mau mainan itu, kita akan datang lagi lain waktu dengan DEra, bagaimana?" jawab maman sambil menatap mata mas D " ya, iyes" jawab mas D sambil berjalan ke arah para penjaga toko berkumpul