Pagi tadi tah kenapa acara makan tak selancar seperti biasa. Setelah makanan terhidang, mas D terlihat biasa saja alias tak bersemangat. Padahal maman sdh memasak khusus untuk mas D, gurami Asam Manis dan sayur asem.
Dengan wajah yang datar mas D menumpahkan seluruh isindi piringnya saat maman tengah memgambil makanan di meja makan.
Maman dan Kakung ternganga melihat kejadian itu. Kemudian maman mendekati mas D seraya berbisik " kenapa mas D kok makanannya ditumpahkan? " yang di jawab pendek oleh mas D "dah" hmm....maman berpikir keras kenapa ya mas D tak ingin makan. Maman berinisiatif memeriksa mulut dan gigi mas D "ga ada yang terluka" "Okey mas D karena makanan sdh ditumpahkan, jatah makan pagi mas D sdh tidak ada" urai maman seraya menyantap makan paginya.
Maman berpikir paling juga satu atau dua jam lagi mas D akan meminta makan. Tapii...maman salah sdh hampir jam makan siang mas D tidak juga meminta makan. Padahal kalau dipikir- pikir susunya juga tidak banyak lho sejak pagi.
Hampir dzuhur jawaban itu pun datang. Serkileran (ada yang mutar meminta sumbangan kematian) tiba di rumah. Saat itu yang tengah bertugas adalah budhe Ratmi. " hallo mas D, gimana tadi rotinya Enak?" mas D tersenyum sangaaaat manis. Ini dia rupanya kenapa mas D tak mau makan bahkan hingga sesiang ini. Rupanya pagi tadi saat jalan2 mas D mendapat upeti.
Dan tidak hanya itu saja, setelah pulang jalan2, saat maman masih masak mas D mengambil sendiri roti di toples. Toples roti hampir tertendang maman saat akan mengambil uang untuk serkileran.
"Haha...ini rupanya alasan kenapa mas D ga mau makan" begitu pikir maman. Tentu saja karena kenyang bukan karena ada masalah. Maman menjadi tenang setelah mengetahui hal tsb. Namun maman jadi berpikir ternyata makanpun membutuhkan waktu yang tepat, semudah apapun mas D makannya. Jika kenyang yaaa tidak antusias lagi.
Baiklah besok pagi sebelum jalan2, makan pagi harus sudah selesai di santap. Maman masaknya harus cepat, paling tidak makanan untuk mas D dulu yang dimasak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar