Tampilkan postingan dengan label tantangan10 hari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tantangan10 hari. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Maret 2017

Maman sakit, istirahat ya..

Justru dihari akhir tantangan maman sedang tidak sehat. Namin, karena bertepatan dengan weekend maka banyak yang bisa membantu mas D untuk buang air di kamar mandi. Bahkan justru mengejutkan eyang putri yang memang sehari- hari jarang bertemu mas D.

"Eh...eh...eeewh...." teriak mas D saat tengah bermain dengan eyank,, kemudian merangkak cepat ke kamar mandi. Eyang yang memang sudah diinfokan oleh maman bergegas membuka training pants mas D dan memegangi mas D saat pipis.
Sambil memainkan sang Matahari, mas D pipis....setelah itu di basuh dengan air.
"Alhamdulillah selesai" ucap eyang dan mengajak mas D keluar untuk handukkan dan memakai kembali Training pantsnya.

Sore hari, sepulang dari bermain di TPA mas D kembali merangkak cepat di kamar mandi. Kakung mengira mas D ingin cuci tangan dan kaki. Diangkat segera mas D masuk kamar mandi, namun mas D menolak mungkin karena training pantsnya belum dibuka. "Lhoo kenapa kok ga mau masuk? " tanya kakung "ek" jawab mas D. Maman yang tengah minum dan duduk di kursi memberitahukan kalau mas D ingin buang air besar. Kakung merasa tidak bisa menemani, akhirnya memanggil DEra.
Setelah selesai buang air besar, mas D kembali minta di gendong kakung dan menunjuk- nunjuk ke arah keluar tanda meminta kembali ke TPA dengan sebelumnya telah mengambil buku untuk dibawa.

Alhamdulillah hari ini mas D tetap bisa berlatih meskipun maman kurang sehat. Berkat, Eyang putri, kakung dan DEra.

Kamis, 02 Maret 2017

GaTot

Latihan kemandirian buang Air hari kedua GaTot,, alias gagal Total. Kenapa? Karena maman agak kurang konsisten. Pagi tadi, maman dan mas D ditemani kakung melakukan kegiatan belajar bersama alam, duh aduh bahasanya. Padahal mah nangkap ikan di kali pakai Jaring. Yap, pagi tadi maman, mas D dan kakung bermain di tepi kali untuk mencari bibit ikan wader, guna memulai proyek maman.

Terbayang donk, kerepotannya jika mesti ga berdiaper? Yang mana disana ga ada wc umum, arus kalipun suangaaat deres. Belum lagi setiap satu jam mengangkat jaring (duh..duh....alasannya banyak).

Jadi sudah diputuskan bahwa Jumat maman dan mas D akan memulai dari nol latihan kemandirian buang air.

Seharian kemarin maman dan mas D banyak belajar, terutama mas D. Belajar pegang rumput, pegang tanah, pegang ikan, belajar mengenal ikan sapu-sapu. Serta belajar makan pakai tangan (kalau ini sich bukan belajar lagi, sudah naluri). Kerennya sebelum makan, mas D meminta maman untuk mencuci tangannya terlebih dahulu, sambil menunjukkan telapak tangannya yang kotor.  Karena tidak ada air bersih, maman me-lap tangan mas D hanya memakai tisu.

Terima kasih mas D, pengalaman berharga kemarin, setelah ini kita semangat ya...latihan kemandirian buang airnya.

Rabu, 01 Maret 2017

My first day

Hari ini hari pertama maman dan mas D bekerja sama untuk berlatih kemandirian toilet training.

Pagi hingga siang lancar jaya, bukan mas D memberi isyarat dengan bicara melainkan maman dengan ilmu titennya.

Sebenarnya mas D sejak H+4 lahir sdh di tatur hanya saja maman masih suka kurang konsisten. Mas D masih tetap mengenakan diaper saat proses, maman mengantarkan ke kamar mandi tiap 30-60 menit sekali. Kadang sukses kadang gagal (pipis di celana). Namun, maman selalu ingat Toilet Training sebaiknya dilakukan dengan gembira.

Selasa, 28 Februari 2017

Tahu Guling pertama

Jika biasanya yang diceritakan sarapan. Hari ini berbeda. Sarapan maupun makan siang tak ada peristiwa khusus.

Eh ada dink ada insiden saat makan siang. Piring pecah, yup mas D tidak sengaja memecahkan piring bekas maman makan. Mas D agak kesal ketika melihat piring maman sudah kosong, sementara piringnya masih banyak daaaan sepertinya mas D kurang berkenan dengan makanannya.

Makan malam ini istimewa, jika biasanya makanan siap tersaji di meja, maka kali ini makanan baru akan diracik jika akan makan. Kenapa? Karena menu malam ini ada tahu guling a la Eyank Putri. Setelah meracik milik kakung, milik DEra dan maman tibalah eyang meracik untuk mas D.

Suapan pertama membuat mas D kedip kedip tanda nikmat. Lanjut suapan kedua dan seterusnya. Wow....maman dapat kejutan malam ini, makanan mas D telah habis dimakan. Mas D sangat lahap menyantap tahu guling pertamanya.
Sedikit tercecer di lantai itu biasa, lh klau g tercecer itu luaaaaar biasa. Mas D emang pintar dan cepat belajar. "Kita lihat dua hari ke depan jika semakin membaik maka latihan kemandirian nya kita ganti yang lain ya mas" gumam maman seraya mencium sayang dahi mas D

Senin, 27 Februari 2017

Mencari waktu yang tepat

Pagi tadi tah kenapa acara makan tak selancar seperti biasa. Setelah makanan terhidang, mas D terlihat biasa saja alias tak bersemangat. Padahal maman sdh memasak khusus untuk mas D, gurami Asam Manis dan sayur asem.

Dengan wajah yang datar mas D menumpahkan seluruh isindi piringnya saat maman tengah memgambil makanan di meja makan.

Maman dan Kakung ternganga melihat kejadian itu. Kemudian maman mendekati mas D seraya berbisik " kenapa mas D kok makanannya ditumpahkan? " yang di jawab pendek oleh mas D "dah" hmm....maman berpikir keras kenapa ya mas D tak ingin makan. Maman berinisiatif memeriksa mulut dan gigi mas D "ga ada yang terluka" "Okey mas D karena makanan sdh ditumpahkan, jatah makan pagi mas D sdh tidak ada" urai maman seraya menyantap makan paginya.

Maman berpikir paling juga satu atau dua jam lagi mas D akan meminta makan. Tapii...maman salah sdh hampir jam makan siang mas D tidak juga meminta makan. Padahal kalau dipikir- pikir susunya juga tidak banyak lho sejak pagi.

Hampir dzuhur jawaban itu pun datang. Serkileran (ada yang mutar meminta sumbangan kematian) tiba di rumah. Saat itu yang tengah bertugas adalah budhe Ratmi. " hallo mas D, gimana tadi rotinya Enak?" mas D tersenyum sangaaaat manis. Ini dia rupanya kenapa mas D tak mau makan bahkan hingga sesiang ini. Rupanya pagi tadi saat jalan2 mas D mendapat upeti.
Dan tidak hanya itu saja, setelah pulang jalan2, saat maman masih masak mas D mengambil sendiri roti di toples. Toples roti hampir tertendang maman saat akan mengambil uang untuk serkileran.

"Haha...ini rupanya alasan kenapa mas D ga mau makan" begitu pikir maman. Tentu saja karena kenyang bukan karena ada masalah. Maman menjadi tenang setelah mengetahui hal tsb. Namun maman jadi berpikir ternyata makanpun membutuhkan waktu yang tepat, semudah apapun mas D makannya. Jika kenyang yaaa tidak antusias lagi.

Baiklah besok pagi sebelum jalan2, makan pagi harus sudah selesai di santap. Maman masaknya harus cepat, paling tidak makanan untuk mas D dulu yang dimasak.

Minggu, 26 Februari 2017

Lodeh, yummy

Hari kedua tanpa DEra dirumah yang menemani sarapan nyaris tak begitu berarti. Mas D masih semangat untuk mencicipi makanan yang dihidangkan maman.

Pagi tadi Eyang putri memasakkan Lodeh untuk Mas D. Lodeh adalah sayur kesukaan mas D, persis seperti kakungnya yang menyukai rasa Gurih.

Mas D mulai terbiasa makan sendiri, baik dengan sendok, tangan maupun mulut langsung (maaf, dimaklumi ya....suka niru tingkah Liebe adek berbulu sang Maman).
Tapi tah kenapa pagi ini  mas D  terburu- buru saat memakannya. Alhasil, mas D menjadi batuk dan keselak. Tak berapa lama mas D pun memuntahkan makanan yang baru saja masuk. "Hmm....hati- hati mas D" pinta maman. Mas D nyengir sambil nunjuk ke arah luar. Hooo rupanya mas D memberi isyarat pada maman bahwa sebentar lagi budhe Ratmi akan datang. Ya budhe Ratmi memang akan segera menjemput mas D untuk dibawa pulang karena tak lama lagi maman akan pergi untuk kegiatan rumbel Craft.

Siang ini mas D makan bersama teman2nya, anehnya umur mas D yang paling muda, tapi mas D lah yang makan sendiri dengan tenangnya. Sementara kakak2nya makan sambil dikejar kesana kemari oleh ibunya. Alhamdulillah, mas D sudah paham dan mengerti bagaimana cara makan yang baik.

Sabtu, 25 Februari 2017

Makanan kita sama kan?

Hari ketiga tantangan kemandirian kuliah bunsay IIP.

Hari ini DEra tidak bersama maman dan mas D. DEra sedang diluar kota, Semarang tepatnya sedang menjuri lomba Karaoke Mandarin. Jadilah sarapan pagi ini hanya berdua. Menu MPAsi mas D pagi ini sayur bening sawi hijau dan jagung plus Ayam sebagai protein Hewaninya. Setelah di blender sebentar siap sajilah makanan itu.

Seperti hari lainnya, maman meletakkan makanan di mangkuk tempel tepat dihadapan mas D. Seraya mengambil makanan untuknya Maman mengintip mas D yang tengah asyik menyantap makanannya baik dengan menggunakan sendok maupun menjilat langsung dari tangannya. Geli maman melihatnya, "mas D sungguh anak yang pintar"

Maman duduk tepat dihadapan mas D dengan piring penuh makanan. Tetiba mas D datang melongok isi piring Maman. Penuh rada penasaran mas D meneliti satu persatu isi piring maman seraya berpikir " hmm...kok makanan kita beda" maman seolah membaca apa yang sedang dipikirkan mas D   " mas, makanan kita sama, hanya saja punya mas D sudah maman cincang agar memudahkan mas D untuk mencerna" mas D mengangguk tentu tanda setuju bukan?

Olala....ternyata tidak demikian, kok?  Terbukti dengan tindakan mas D yang membalik mangkuknya dan menumpahkan semua makanan kemudian diikuti isyarat tangan yang menyatakan tidak. "Owh,, makanan mas D sudah kotor ya, tidak bisa dimakan?" tanya maman seolah mengerti maksud gerakan tangan mas D. Mas D mengangguk serasa berkata "heeh" dan serta merta membuka mulutnya menunggu disuapin makanan maman.

Hoho....agar bisa makan makanan yang sama kita perlu melakukan sesuatu mas? Luar biasa.

Jumat, 24 Februari 2017

Ayo makan bersama

Pagi Ini sebelum berangkat dinas Luar kota DEra menyempatkan menemani mas D sarapan. Seperti biasa, setelah maman menyiapkan mangkuk yang bisa nempel di lantai plus isi dan sendoknya, mas D merangkak mendekati mangkuknya dan duduk selonjor melingkari mangkuknya. Sengaja maman dan DEra tidak menggunakan kursi makan Bayi, karena mas D yang super aktif pernah suatu kali hampir melompat keluar padahal sudah dipasang erat sabuk pengamannya sehingga maman dan DEra harus memikirkan cara lain yang lebih aman.

Setelah mengambil nasi plus lauk pauk, DEra duduk tepat dihadapan mas D. Hmm...bukan mas D namanya jika tidak Curious. Dengan rasa keingintahuannya mas D mendekati piring sang DEra dan melongok "makanannya sama ga ya?" itu kira2 yang ada dipikiran mas D. Setelah yakin, mas D melanjutkan menyantap brongkos buatan Eyank Putri pagi tadi. Sudah dua hari ini maman tidak masak Lodeh kesukaan mas D.

Tiba- tiba tangan mungil mas D menyambar sendok dipiring DErany "hup" serta merta sendok telah berpindah kepemilikan. Sembari memegang kamera untuk mengabadikan momen tersebut, maman bergegas mengambilkan sendok pengganti.

Alhamdulillah sarapan pagi ini sukses terbukti dengan setengah isi mangkuk yang telah berpindah ke perut mas D.

Rabu, 22 Februari 2017

Makan itu asyik

DHF, sedang ikuti challenge 10 melatih kemandirian. Yang dilatih tentunya mas D, bukan Maman atau DEranya. Hari ini obrolan Forum keluarga dilakukan dipinggir jalan, disebuah warung Bakmoy baru. Percakapan diawali dengan cerita maman soal tantangan 10 hari melatih kemandirian. Eh,, sebelum itu ada awal lain deh,, yaitu sepanjang perjalanan menuju warung bakmoy,, maman membacakan materi, tugas plus cemilan rabu kemarin. Sesekali DEra menimpali, dan menemukan ide.

"Jadi, kita mau melatih mas D apa nich untuk menyelesaikan tantangan? Hmm...kalau bisa kita rencanakan dulu sebulan ini mau apa aja, min 1 maksimal 4. Ini berlaku juga kan ya untuk bayi usia 10bln"

DEranya menjawab dengan keyakinan 100% " makan sendiri" yang disambut gembira oleh Maman. " mas D kita lebih konsisten lagi ya buat makan sendirinya"
Lanjut maman berbicara dengan mas D, "Heeh" jawab mas D dan melanjutkan kegiatan memasukkan sendok kedalam mulutnya padahal sendok itu habis untuk menyendok tanah. Alhasil membuat Maman dan DEra senyum keki.