Rabu, 23 Agustus 2017

Mengenal alam

Jika biasanya Maman dan mas D bermain bersama alamnya di lakukan di halaman sekeliling Candi, maka hari ini mas D dan Maman bermain bersama Alam di Alam luar yang telah di percantik, yaitu puncak Becici. Tak hanya alam luar yang baru pertama kali dilihat mas D tapi juga alam yang sedikit berbahaya karena sekitarnya jurang dan banyak turunan terjal. Maman menggandeng mas D agar mas D bisa mengeksplorasi sekitarnya. Namun, tak dinyana mas D justru meminta berpegangan pada kedua tangan Maman. Dan Lima menit kemudian mas D minta gendong.

Mas D enggan berjalan ditempat yang lumayan beresiko namun anehnya sampai di bawah dan dipinggir jurang mas D justru bertanya pada Maman jika saja diijinkan untuk mengetes mendekati pinggir jurang.
Tentu saja Maman menolak, masak iya ngetes masuk ke pinggir kolam. Tidak mendapat ijin dari Maman, mas D berteriak dan menangis sangat kencang. Mamanpun mempersilahkan mas D untuk menangis karena Maman akan memperbolehkan mas D kepinggir jurang saat mas D sudah berumur lebih banyak, alias lebih besar karen dianggap sudah tau resiko.

Saat mas D mulai tenang, Maman pun mulai melepas mas D dari pelukan. Mas D turun ke Tanah dan mulai bermain tanah. Tanah dipuncak becici berbeda dengan tanah yang biasanya dipegang mas D untuk bermain. Tanah Becici lebih kering dan kasar, karena merupakan pecahan bebatuan.

"Ma..." panggil mas D pada Maman saat mas D menggoda Maman dengan berpura- pura akan memasukkan batu ke dalam Mulutnya. Mamanpun berakting seolah- olah melarang. Mas D tertawa senang. 1jam di Atas Maman dan para Om memutuskan untuk turun dan melanjutkan ke Pantai. Saat berjalan turun mas D tak mau digandeng siapapun. Mas D berlari sambil teriak2 senang di jalan menurun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar