Senin sore, Maman kedatangan adek sepupu dan teman- temannya dari Medan. Setelah berkenalan dengan teman- teman baru Maman mempersilahkan para tamu untuk masuk.
Mas D yang tengah asyik minum susu di dalam kamar, berlari keluar kamar untuk menyambut tamu dengan tawa riang. Tawa riang hilang tetiba digantikan oleh tangisan kecil dan mas D kembali berlari masuk ke kamar.
Maman mengejar mas D dan bertanya "ada apa?" Mas D hanya menangis kecil seraya mengintip luar dari sisi dalam kamar.
Setelah dijelaskan oleh Maman bahwa tamu yang membuat mas D berlari tadi itu adalah omnya mas D. Mas D memberanikan diri untuk keluar kamar. Dugaan Maman mas D terkejut melihat ketiga tamu Maman yang super besar. Sehingga mas D tampak begitu keciil.
Tak sampai setengah jam mas D sudah akrab dengan salah satu tamu bernama om Fadli, mas D kerap kali menggoda om Fadli, mencolek kemudian berlari sembunyi. Atau pura- pura menyuapi tapi akhirnya dimakan sendiri.
Maman cerita pada para tamu jika mas D sudah pintar akting. Para om tidak percaya karena usia mas D yang sangat muda. Namun om Fadli sangat cerdas dan meminta mas D untuk berakting nangis. Sontak ketiga om plus Eyang Putri juga Maman tertawa begitu mendengar akting menangis mas D. Binar mata mas D begitu terlihat, bahkan mas D berkali- kali mengulang akting agar mendapat perhatian dari sekitar. Dan tak jarang mas D melakukan hal- hal yang sengaja dilarang untuk menarik perhatian. Karena saat belum sempt dilarang mas D sendiri sudah berkata "No...no...no" dengan gerakan khas tangannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar