Tampilkan postingan dengan label Bunda sayang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bunda sayang. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 September 2017

Kaulah Bintangku

Terima kasih untuk tantangan level 7nya. Karena materi ini, kami jadi mengamati mas D lebih detiiiil lagi.

Bila biasanya yang kami amati hanya yang jelas nampak, maka setelah ada tugas ini kami jadi memperhatikan hal2 yang selama ini luput kami amati.

Setelah tantangan itu, kami jadi punya Catatan kecil untuk setiap hal yang dilakukan mas D.

Jumat, 25 Agustus 2017

Binar mata Mas D

Hari ini kami ke Umbul Ponggok untuk mencicipi Underwater Photography. Begitu melihat Air, mata mas D berbinar- binar. Tak sabar mas D ingin segera berganti baju renang. Bahkan dengan semangat 45 membongkar tas jinjing yang dibawa Maman untuk menemukan baju renangnya.

Setelah Maman berganti pakaian renang, kini giliran mas D. Maman melepasi celana pendek, kaos luar dan kaos dalam terakhir pampers mas D, kemudian mulai memakaian baju Renang. Karena di persewaan tidak disediakan pelampung untuk bayi, Maman membelikan pelampung bentuk rompi untuk mas D.

Mendekati kolam mas D masih sangat bersemangat, namun,, saat mulai dimasukkan ke kolam oleh Maman, mas D menjeriit sangat kencang. Maman terkejut dengan reaksi mas D serta merta menarik mas D ke atas. Setelah di Atas mas D masih menangis. Maman berusaha menenangkan namun tidak berhasil. Mas D meminta rompinya dilepas. Rupanya mas D tidak nyaman memakai rompi.

Setelah rompi dilepas, mas D tertawa- tawa senang sambil memainkan kakinya di dalam Air.

Kali ini Maman yang nyemplung ke Air, masih dengan reaksi yang sama, mas D pun menjerit sambil teriak- teriak memanggil Maman. Maman lebih terkejut dengan teriakan mas D serta merta naik ke pinggir kolam. Mas D langsung memeluk Maman sambil menangis dan memanggil- manggil Maman.

Bagi Maman kejadian ini Benar- benar mengherankan. Tak biasanya mas D kurang bersahabat dengan air, lalu Maman berpikir mungkin karena tidak ada DEra, atau justru karena airnya yang terlalu dingin ya. Maman tidak memaksa mas D untuk masuk air. Maman dan mas D hanya duduk- duduk di tepi kolam.

Namun tiba- tiba mas D berdiri dan berjalan mendekati rombongan lain. Maman mengikuti dari belakang " mas..." sapa mas D pada lelaki muda disampingnya. Mas D tersenyum saat mendapat jawaban dari mas yang disapanya tadi dan tiba- tiba mas D masuk ke dalam air dengan gembira. "Waa...lucunya" suara wanita muda di samping mas Apri, nama lelaki muda tadi. Mas D semakin bersemangat bermain air. Tapi, saat rombongan tadi turun ke air meninggalkan mas D, kembali mas D menangis minta diangkat dari air.

Hoho, Maman mulai paham, jika bakat signifikansi mas D lah yang membuat hal tadi terjadi. Mata mas D berbinar ketika bisa membuat orang lain senang

Merapi Lava Tour

Nah,, jika kemarin ke Borobudur maka hari ini mas D mencoba mobil offroad kesayangannya (Lhoo?).

Dalam perjalanan menuju lokasi mas D tertidur pulas, selain karena AC mobil yang dingin, juga udara dingin diluar yang semakin naik semakin dingin.

Mesin mobil mati daaan mas D pun terbangun. Ogah- ogahan turun dari Mobil namuuun saat melihat mobil offroad terparkir mata mas D pun berbinar.

Kalau mobil offroad belakang rumah hanya bisa dinaiki saat terparkir dan berhenti, maka kali ini mas D naik mobil offroad yang berjalan menelusuri jalanan terjal berbatu.

Para Om khawatir jika mas D akan menangis karena ketakutan namun, Maman Yakin mas D berani dan akan menikmati.

Tepat sekali dugaan Maman, mas D sangat tertarik, senang dan gembira. Tak hanya sekali mas D ingin berdiri di atas mobil, namun selalu dicegah Maman karena belum saatnya, kan mas D belum paham benar arti bahaya.

Setalah terkocak2 diatas mobil selama 2jam akhirnya lava tour diakhiri dengan menyusuri  kaliadem. Bukannya menyingkir dari air, mas D justru semakin ketepian mobil agar bisa terkena cipratan air.

Mas D...mas D....luar biasa

Borobudur

Hari ini mas D dan Maman mengantar para Om tour, ke Borobudur.
Mas D tak berminat sama sekali untuk melihat tumpukan batu megah nan cantik itu, sehingga Maman dan mas D justru berjalan mengelilingi kawasan candi.

Mas D teriak- teriak girang, bahkan beberapa kali mas D minta foto Selfi. Saat melihat Kereta tak lupa mas D minta untuk di Foto dan naik berkeliling lagi. Mas D selalu mengejar kereta tiap kali ada kereta lewat atau sekedar melambaikan tangan pada penumpang kereta mini.

Hampir dua jam di Borobudur akhirnya para Om kembali ke Parkir Mobil dimana Maman dan mas D sudah menunggu.

Seperti biasa, begitu mas D masuk mobil dan terkena udara dingin AC mas D langsung tertidur pulaaas

Rabu, 23 Agustus 2017

Mengenal alam

Jika biasanya Maman dan mas D bermain bersama alamnya di lakukan di halaman sekeliling Candi, maka hari ini mas D dan Maman bermain bersama Alam di Alam luar yang telah di percantik, yaitu puncak Becici. Tak hanya alam luar yang baru pertama kali dilihat mas D tapi juga alam yang sedikit berbahaya karena sekitarnya jurang dan banyak turunan terjal. Maman menggandeng mas D agar mas D bisa mengeksplorasi sekitarnya. Namun, tak dinyana mas D justru meminta berpegangan pada kedua tangan Maman. Dan Lima menit kemudian mas D minta gendong.

Mas D enggan berjalan ditempat yang lumayan beresiko namun anehnya sampai di bawah dan dipinggir jurang mas D justru bertanya pada Maman jika saja diijinkan untuk mengetes mendekati pinggir jurang.
Tentu saja Maman menolak, masak iya ngetes masuk ke pinggir kolam. Tidak mendapat ijin dari Maman, mas D berteriak dan menangis sangat kencang. Mamanpun mempersilahkan mas D untuk menangis karena Maman akan memperbolehkan mas D kepinggir jurang saat mas D sudah berumur lebih banyak, alias lebih besar karen dianggap sudah tau resiko.

Saat mas D mulai tenang, Maman pun mulai melepas mas D dari pelukan. Mas D turun ke Tanah dan mulai bermain tanah. Tanah dipuncak becici berbeda dengan tanah yang biasanya dipegang mas D untuk bermain. Tanah Becici lebih kering dan kasar, karena merupakan pecahan bebatuan.

"Ma..." panggil mas D pada Maman saat mas D menggoda Maman dengan berpura- pura akan memasukkan batu ke dalam Mulutnya. Mamanpun berakting seolah- olah melarang. Mas D tertawa senang. 1jam di Atas Maman dan para Om memutuskan untuk turun dan melanjutkan ke Pantai. Saat berjalan turun mas D tak mau digandeng siapapun. Mas D berlari sambil teriak2 senang di jalan menurun.

Mencari Rumah

Hari ini jadwal mas D dan Maman berkeliling mengunjungi beberapa rumah yang akan disewakan. Ya, Maman, mas D dan DEra akan segera pindah rumah sebelum kepulangan om Tommy adik maman dari Inggris.

Kunjungan pertama pada rumah beralamatkan di Tamanan. Mas D turun dari motor dan bergegas berlari masuk rumah. Mas D masih dengan anteng mengikuti Maman berkeliling melihat rumah, namun tiba- tiba mas D berlari keluar saat terdengar musik yang lumayan kencang dari luar.

Mas D berlari dan terus mencari asal suara. Sesampai di Lapangan tak jauh dari rumah tadi, mas D menemukan kerumunan orang yang tengah melaksanakan lomba 17an. Tanpa berpikir dua kali, di tengah lapangan mas D langsung menari mengikuti irama musik. Para peserta lomba maupun penonton tertawa sambil tepuk tangan melihat mas D menari. Bahkan dengan riuhnya sambutan itu membuat mas D semakin semangat menari.  Lima menit musik berhenti dan mas D berlari ke arah Maman. Setelah berpamitan Maman kembali kerumah tadi dan menyelesaikan perbincangan dengan pemilik.

Menyambut Tamu

Senin sore, Maman kedatangan adek sepupu dan teman- temannya dari Medan. Setelah berkenalan dengan teman- teman baru Maman mempersilahkan para tamu untuk masuk.

Mas D yang tengah asyik minum susu di dalam kamar, berlari keluar kamar untuk menyambut tamu dengan tawa riang. Tawa riang hilang tetiba digantikan oleh tangisan kecil dan mas D kembali berlari masuk ke kamar.

Maman mengejar mas D dan bertanya "ada apa?" Mas D hanya menangis kecil seraya mengintip luar dari sisi dalam kamar.
Setelah dijelaskan oleh Maman bahwa tamu yang membuat mas D berlari tadi itu adalah omnya mas D. Mas D memberanikan diri untuk keluar kamar. Dugaan Maman mas D terkejut melihat ketiga tamu Maman yang super besar. Sehingga mas D tampak begitu keciil.

Tak sampai setengah jam mas D sudah akrab dengan salah satu tamu bernama om Fadli, mas D kerap kali menggoda om Fadli, mencolek kemudian berlari sembunyi. Atau pura- pura menyuapi tapi akhirnya dimakan sendiri.

Maman cerita pada para tamu jika mas D sudah pintar akting. Para om tidak percaya karena usia mas D yang sangat muda. Namun om Fadli sangat cerdas dan meminta mas D untuk berakting nangis. Sontak ketiga om plus Eyang Putri juga Maman tertawa begitu mendengar akting menangis mas D. Binar mata mas D begitu terlihat, bahkan mas D berkali- kali mengulang akting agar mendapat perhatian dari sekitar. Dan tak jarang mas D melakukan hal- hal yang sengaja dilarang untuk menarik perhatian. Karena saat belum sempt dilarang mas D sendiri sudah berkata "No...no...no" dengan gerakan khas tangannya.

Grrrrh

Hari ini Maman dan teman2 Boemi Mataram menyelenggarakan seminar disebuah hotel dan mas D pun turut serta.

Mau ikut di Kids Corner usia belum mencukupi, sehingga ketika semua belajar di dalam Maman menemani mas D bermain dan eksplorasi hotel.

Mas D berlari- lari dihalaman dengan gembira dan berhenti tiba- tiba ketika ada sebuah mobil yang berhenti menurunkan penumpang. Sedetik kemudian mas D berlari ke Arah mobil sambil berkata "naik...naik" saat mobil mulai melaju, mas D berlari mengejar mobil sambil teriak- teriak "car....car....ma, car...." Maman menjelaskan pada mas D jika mobil itu bukan untuk mas D melainkan sedang mengantar tamu hotel yang lain. Namun seperti tidak mau mendengar,, mas D tetap berlari mengejar mobil dan tak tanggung2 sampai ke jalan raya yang berjarak 200m dari halaman hotel.

Sekembali dari mengejar mobil mas D berjalan ogah ogahan ke dalam halaman hotel. Mas D terdiam di tengah jalan saat melihat kakak- kakak tengah asyik bermain tembak- tembakan. Tetiba mas D berlari menghampiri kakak- kakak tadi dan spontan kakak- kakak kompak menganggap mas D sebagai monster. Bukannya menangis mas D justru tertawa bahagia. Dan melanjutkan perannya sebagai monster seraya tertawa keras- keras dan bersuara "Grrrh". Para polisi Cilik berlari berhamburan mendengar suara mas D yang berlari mau menangkap mereka.

Mas D tidak peduli peran apapun yang dimainkannya yang penting dia ambil peran.

Selasa, 22 Agustus 2017

Signifikansi Part2

Malam ini DEra mendapat tugas untuk melatih pemenang FASI (Festival Anak Sholeh Indonesia) khususnya bidang Nasyid untuk maju tingkat Nasional. Latihan bertempat di sebuah masjid yang tidak jauh dari rumah.

Sejak siang DEra mengajak mas D dan maman dan seperti biasa, mas D selalu tidak sabar jika sudah dijanjikan akan pergi. Namun saat jadwal berubah lebih malam,, Maman memutuskan agar mas D dan Maman tidak jadi ikut. Mas D kecewa? Ya, bahkan agar tidak nampak mengantuk dan capek mas D lebih aktif dari biasanya. Mas D menari2 mengikuti irama apapun yang didengarkan. Mata mas D dibelalakkan agar tak tampak mengantuk.

Melihat hal tersebut, akhirnya maman memutuskan untuk jadi ikut, mas D senyum kemenangan. Penuh semangat mas D menyiapkan sendiri jaket dan sepatunya.
Sebenarnya Maman berpikir, hanya akan ngedrop DEra ketempat latihan kemudian memulangkan mas D yang pasti sudah tertidur di Atas motor.

Tak disangka, mas D tak tertidur dalam perjalanan bahkan semakin segar ketika sampai dilokasi dan Mendapat sambutan hangat dari peserta latihan maupun orang tua peserta.

Senyum kemenangan tampak lagi diwajah mas D. Maman melihat binar dimata mas D. Saat berlari- lari menggoda kakak- kakak yang sedang Vokali maupun saat menggoda budhe- budhe yang tengah duduk menunggui Ananda berlatih.

Hihi,, lagi- lagi bakat Signifikansinya nich.

#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Car

Sore itu mas D mengajak maman berjalan keluar rumah, jika biasanya mas D bermain di TPA saat sore tiba kali ini arah berjalan mas D tidak seperti biasa. Mas D tidak berbelok masuk ke masjid melainkan terus melewati pintu gerbang masjid dan berjalan ke arah jalan raya.

Maman agak menyesal kenapa tadi tidak bawa uang karena sepertinya mas D melirik warung yang berjualan krupuk.

Namun, Maman salah mas D masih terus berjalan seolah- olah sudah tau tujuannya kemana. Biasanya, saat berjalan2 mas D akan mampir kanan kiri, menyapa orang, sentuh sana sini tapi kali ini berbeda,  sekali lagi...mas D sudah tau pasti tujuannya.

Berjalan 500m tak membuat mas D memperlambat langkahnya justru malah semakin di percepat. "Bapaak..." sapa mas D pada mekanik di sebuah bengkel mobil off road. Setelah mendapat balasan lambaian tangan dari yang di Sapa, mas D tersenyum sumringah. Maman penasaran pada apa yang sebenarnya terjadi.

Jeng jreng,, penasaran Mamanpun terjawab. Saat dihadapan Maman terparkir mobil off Road berwarna merah. Setelah berusaha keras untuk menaiki mobil dan belum berhasil, mas D meminta bantuan Maman untuk mengangkat naik mas D.

Mas D senyum kemenangan, bahagiaa sekali, bahkan sesekali teriak karena girang.

Hoho rupanya ini tujuan mas D.

Signifikansi

Tgl 17 Agustus merupakan hari pertama pengamatan mengenai kegiatan yang membuat mata anak berbinar selain Hari kemerdekaan Indonesia.

Mas D dan Maman ikut DEra yang didaulat jadi juri di SMK 1 Depok.

Perlombaan berjalan sudah 4jam sejak pukul 8 pagi. Ketika DEra dan beberapa Juri keluar ruangan untuk rapat hasil, tetiba mas D berjalan penuh percaya diri ke Atas panggung.

Sesampai di Panggung mas D menemukan mic dan serta merta menyanyi dengan Mic. Maman yang tengah asyik ngobrol dengan para guru, terperanyak kaget sekaligus bangga karena ternyata mas D sedang "Show" di atas panggung.

Binar mata mas D tampak jelas disana, dan membuat maman paham jika mas D punya bakat Signifikan alias suka tampil depan umum. Ini keturunan Emak bapaknya banget

#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Jumat, 21 April 2017

Reaksi mas D

Siang itu, maman dan kakung mengajak mas D berjalan- jalan ke sebuah tempat pemrosesan kertas daur ulang. Rencananya akan survei untuk nanti hari Sabtu menjual buku- buku dan kumpulan beberapa jurnal yang sudah tidak dipakai.

Berbekal arahan mba Gita Perwita Sari (baca: GPS) kami berangkat. Sesampai disana kami sungguh terkejut. Betapa besar lokasinya pemrosesan kertas ini. Keterkejutan kami dimulai dengan adanya kebun binatang mini di halaman depan. Ada beberapa Rusa dikandangkan disana, juga burung. Saat menunjukkan pada mas D tentang keberadaan Rusa, mas D seolah tak merespon. Selidik punya selidik ternyata mas D lebih tertarik pada air yang mengalir di selokannya.

Perjalanan kami lanjutkan, motor terus melaju ke halaman belakang hingga tibalah kami di sebuah halaman belakang yang telah disulap menjadi tempat pemrosesan kertas. Suara kencang Musik di lokasi serta merta membuat mas D bergoyang gembira. Masih dengan kebingungan "ini dimana" namun tak menyurutkan goyangan mas D yang kemudian diikuti putaran tangannya.

Musik dari speaker berhenti mas D pun turut berhenti bergoyang dan kemudian mulai memperhatikan sekelilingnya. Mas D menunjuk- nunjuk dua buah truk yang besar, tak lupa mas D pun menunjuk- nunjuk Forklift yang berjalan mondar- mandir melalui kami. Satu truk pergi meninggalkan kami, alhasil pandangan kami akan tempat tersebut menjadi lebih luas. Mas D mulai melihat sekelilingnya yang ternyata tak hanya ada truk dan Forklift tapi juga puluhan orang yang tengah bekerja menyobek dan memilah kertas.

Mas D menujuk ke arah kerumunan orang seraya berkata " tah.. Tah..." yang artinya tetah. Saya menetah mas D mengikuti arah kakinya melangkah. Benar saja tebakan saya,, mas D menghampiri beberapa karyawan dan menyapa " mbak..." tak lupa senyum manisnya dan membuat para mbak disana gemes melihatnya. Setelah duduk jongkok agak lama mas D serta merta mengambil kertas, sepertinya mau ikutan nyobek, tapi karena takut megganggu saya ajaklah mas D untuk ke arah yang lain.

" na...na" tunjuk mas D ke arah sebuah mesin besar pemotong kertas. Saya jelaskan jika itu adalah mesin pemotong kertas dan sebaiknya anak kecil tidak mendekat karena berbahaya. Mas D mengerti kemudian kembali perhatiannya pada truk besar yang sedang memuat muatan. Penuh konsentrasi mas D melihat- lihat truk besar itu dari kejauhan. Tiba- tiba mas D menarik tangan saya dan berjalan ke arah Forklift berhenti. Setiba di dekat Forklift mas D meminta bantuan saya untuk bisa naik, karena saat itu mulai jam istirahat siang Forkliftpun tidak dipakai lagi dan saya berani menaikkan mas D kesana. Setelah berhasil duduk dan memegang setiran di Forklift, mas D tampaak puas. Mulai menggerak- gerakkan porsneling dan beberapa tuas disekitarnya. Tiga puluh menit lebih mas D mengobservasi  makhluk besi itu, kemudian kakung datang dari arah kantor dan mengajak kami pulang.

#Tantangan10Hari
#Tantanganharike2
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP
#belajarapahariini

Rabu, 15 Februari 2017

Cinta Kata Kerja

Cinta, kata Kerja. Menarik ya? Pada setuju ga nich. Atau....malah jadi pada mikir ya. Apa nich maksudnya. Selama ini orang kan pahamnya Cinta itu manis, bahagia, sayang-sayangan, dimengerti, romantis. Nah lho...kalau putus cinta gimana tuh rasanya. Pahit, sedih, benci, tidak dipahami boro-boro romantis ada juga dunia serasa berakhir. Tul....betul...betul? Sapa yang nggak ngerasa begitu? Woh ada ya, cakep. Berarti pasti sudah paham bahwa Cinta itu kata kerja. Bukan sekedar kata benda apalagi kata Sifat. Loh loh...kok jadi pelajaran bahasa Indonesia. Baiklah,, pagi ini merupakan ngeblog pertama setelah terakhir ngeblog 2012. Semoga ga acak kadul ya tulisannya. Ada alasan khusus lho bikin blog baru ini (sambil nunggu blog lama di buka kembali; baca: lupa password) untuk menunaikan tugas kuliah bunda Sayang milik Institut Ibu Profesional. Jika kemarin tantangannya adalah menuliskan secara konsisten selama 10 hari forum keluarga keberhasilan dan kegagalan komunikasi produktif. Maka kali ini tugasnya adalah mengalirkan rasa pengalaman mempraktekkan komunikasi produktif. Trus..terus...apa nich hubungannya ama Judul? Ada donk. Sejak ikut tantangan itu (meskipun bukan merupakan hari pertama forum Diamond Heart Family) saya eh kami, saya dan mas Era semakin yakin dan percaya bahwa Cinta adalah kata kerja. Yang mana masing- masing harus melakukan kerja agar Cintanya itu menjadi nyata. Misalnya nich, saya yang berkarakter Koleris sudah pasti akan gemes (dalam arti positif/ negatif) ama orang yang berkarakter phlegmatis. Lha kok Iya ama Allah diberi jodohnya itu. Pasti donk Allah punya rencana, ternyata dengan belajar memahami cinta kata kerja dan harus eh ga harus dink, sebaiknya dipraktekkan saat hari-hari tantangan. Membuat Siwi yang agak kurang sabar ini belajar. Yup belajar lebih mendengar, belajar bicara perlahan dan sambil menatap mata ga sambil jalan dan teriak2. Alhasil dengan diam saya (diam dan mendengarkan lho ya) mas Era yang bahasa kasihnya kata pendukung merasa terbantu dan justru bersemangat dengan rencana- rencana yang disusunnya sendiri, bukan sekedar mendengarkan dan melaksanakan rencana- rencana yang saya susun. Hmm...belongingnya ada ketika kita libatkan (inside out bukan outside in). Nah ini tulisan berikutnya ya.. Jadi buat bu Septi yang sudah merancang sedemikian rupa hingga seperti sekarang, terima kasih. Buat para fasilitator yang sudah senantiasa siap di konsultasiin 7hr/24jam big thanks yah...semoga semua jadi amalan yang baik. Buat misua, mas Era juga big...big...love and thanks, sudah mengajariku mencintai dengan caramu. Maaf jika masih belajar menjadi yang terbaik. Buat mas D my lovely partner terima kasih membantu maman untuk belajar dan bertumbuh. Love u. Akhir kata, ceilaah kayak surat aja ya. Ga rugi pakai banget ikut kelas bunda Sayang ini. Masih ada satu PR nich untuk mempraktekkan ilmu KomProd (komunikasi Produktif), bicara pada orang yang ngelitny aja udah males upst...takut esmosi tepatnya. Bismillah....Semoga dapat keberanian.
 #komunikasiProduktif  #bundaSayang #InstitutIbuProfesional