Tampilkan postingan dengan label Gaya Belajar Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gaya Belajar Anak. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 April 2017

Terima bongkar, terima pasang juga donk

Kompor gas dirumah tiba- tiba mati. Eyang putri berinisiatif untuk menelpon tukang servisnya, namun kakung menghentikan. Kakung berniat untuk mencoba menyervis sendiri kompornya.

Kakung mulai melepasi selang gas dari kompornya. Tak disadari oleh kakung ternyata mas D memperhatikan dari kejauhan. Mas D tersenyum gembira melihat kakung akan mulai utik lagi. Utik ini sebutan kami untuk kegiatan apapun yang membutuhkan keterampilan dan gerak.

Mas D mengikuti kakung dari belakang, dengan ditetah maman mas D ikut ke teras depan. Mas D melihat dengan seksama alat apa aja yang dibawa kakung. Tetiba mas D minta ditetah untuk masuk ke dalam. Maman nurut saja diminta netah ke dalam,
Sesampai di dalam rumah, mas D berjalan menuju keranjang mainannya. Mas D jongkok dan mulai mengambil beberapa mainan. Setelah selesai mengambil mainan mas D meminta ditetah kembali ke teras sbil membawa mainannya.

Setiba di teras mas D meletakkan mainannya yang ternyata olala....purwarupa alat- alat kakung. Purwarupa alat- alat tukang ini dibelikan maman di pasar Beringharjo beberapa waktu lalu.

Mas D sengaja memilih mainannya hanya yang sama dengan alat yang dibawa kakung. Mas D tersenyum dan kemudian mulai ikut mengutak- atik kompor dihadapannya. Kakung memutar baut di kompor dan mas D mengikutinya dengan memutar baut yang ada tepat didepannya. Bahkan ketika Kakung meminyaki kompor dengan kuas, mas D pun ikut melakukannya.

Satu jam adalah waktu yang dihabiskan oleh kakung dan mas D untuk memperbaiki kompor maman hingga menyala biru. Makasih mas D dan kakung akhirnya kompor maman nyala lagi. Dan keduanya mendapat hadiah teh manis dari Eyang. Masih dengan mengikuti gaya kakung, mas D menyeruput teh hangat digelasnya. Hmm....enak,, segar.

#Tantangan10Hari
#Tantanganharike4
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP

Sabtu, 22 April 2017

Ngepel

Siang ini mas D membantu kakung yang sedang ngepel lantai teras karena hujan deras pagi tadi.

Lama mas D mengamati kakung yang sedang mengepel dari balik pintu kaca. Maman memang belum mengijnkan mas D untuk ketempat kakung, karena masih licin dan maman takut mas D akan terpleset.

Setelah dirasa cukup kering, maman membukakan pintu untuk mas D. Serta merta mas D merangkak ke arah kakung. Eh bukan ke kakung sebenarnya,, tapi ke arah alat pel. Ga pakai dikomando mas D mengambil alat pel dan mulai mengepel lantai maju mundur, serius dan fokus tapi,, tetaap saat ada kamera hape mendekat langsung "action".

#Tantangan10Hari
#Harike3
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP
#belajarapahariini

Jumat, 21 April 2017

Reaksi mas D

Siang itu, maman dan kakung mengajak mas D berjalan- jalan ke sebuah tempat pemrosesan kertas daur ulang. Rencananya akan survei untuk nanti hari Sabtu menjual buku- buku dan kumpulan beberapa jurnal yang sudah tidak dipakai.

Berbekal arahan mba Gita Perwita Sari (baca: GPS) kami berangkat. Sesampai disana kami sungguh terkejut. Betapa besar lokasinya pemrosesan kertas ini. Keterkejutan kami dimulai dengan adanya kebun binatang mini di halaman depan. Ada beberapa Rusa dikandangkan disana, juga burung. Saat menunjukkan pada mas D tentang keberadaan Rusa, mas D seolah tak merespon. Selidik punya selidik ternyata mas D lebih tertarik pada air yang mengalir di selokannya.

Perjalanan kami lanjutkan, motor terus melaju ke halaman belakang hingga tibalah kami di sebuah halaman belakang yang telah disulap menjadi tempat pemrosesan kertas. Suara kencang Musik di lokasi serta merta membuat mas D bergoyang gembira. Masih dengan kebingungan "ini dimana" namun tak menyurutkan goyangan mas D yang kemudian diikuti putaran tangannya.

Musik dari speaker berhenti mas D pun turut berhenti bergoyang dan kemudian mulai memperhatikan sekelilingnya. Mas D menunjuk- nunjuk dua buah truk yang besar, tak lupa mas D pun menunjuk- nunjuk Forklift yang berjalan mondar- mandir melalui kami. Satu truk pergi meninggalkan kami, alhasil pandangan kami akan tempat tersebut menjadi lebih luas. Mas D mulai melihat sekelilingnya yang ternyata tak hanya ada truk dan Forklift tapi juga puluhan orang yang tengah bekerja menyobek dan memilah kertas.

Mas D menujuk ke arah kerumunan orang seraya berkata " tah.. Tah..." yang artinya tetah. Saya menetah mas D mengikuti arah kakinya melangkah. Benar saja tebakan saya,, mas D menghampiri beberapa karyawan dan menyapa " mbak..." tak lupa senyum manisnya dan membuat para mbak disana gemes melihatnya. Setelah duduk jongkok agak lama mas D serta merta mengambil kertas, sepertinya mau ikutan nyobek, tapi karena takut megganggu saya ajaklah mas D untuk ke arah yang lain.

" na...na" tunjuk mas D ke arah sebuah mesin besar pemotong kertas. Saya jelaskan jika itu adalah mesin pemotong kertas dan sebaiknya anak kecil tidak mendekat karena berbahaya. Mas D mengerti kemudian kembali perhatiannya pada truk besar yang sedang memuat muatan. Penuh konsentrasi mas D melihat- lihat truk besar itu dari kejauhan. Tiba- tiba mas D menarik tangan saya dan berjalan ke arah Forklift berhenti. Setiba di dekat Forklift mas D meminta bantuan saya untuk bisa naik, karena saat itu mulai jam istirahat siang Forkliftpun tidak dipakai lagi dan saya berani menaikkan mas D kesana. Setelah berhasil duduk dan memegang setiran di Forklift, mas D tampaak puas. Mulai menggerak- gerakkan porsneling dan beberapa tuas disekitarnya. Tiga puluh menit lebih mas D mengobservasi  makhluk besi itu, kemudian kakung datang dari arah kantor dan mengajak kami pulang.

#Tantangan10Hari
#Tantanganharike2
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP
#belajarapahariini