Tampilkan postingan dengan label belajarapahariini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label belajarapahariini. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Maret 2017

Belajar sebab akibat

Mas D merangkak ke ruang tamu untuk bermain naik turun kursi. Dua, tiga bahkan empat kali naik turun. Lelah? Bosan? Ga tuh tetap aja, berpindah- pindah dari satu kursi ke kursi yang lain.

Mas D turun dan menuju mesin jahit di pojok ruangan. Beberapa bulan terakhir ini, mas D sedang menyukai hal apapun yang bisa berputar. Mas D mulai mendekati roda mesin jahit yang biasanya dipakai memutar karet untuk menggerakkan jarum. Di putarnya sekali, di putar dua kali kemudian mas D tertawa senang. Diulanginya lagi tertawanya tambah keras. Tapi, tiba-tiba mas D terdiam saat melihat pedal mesin jahit ikut bergerak dan membuat tangan mas D pun bergerak.

Aha kesempatan maman nich buat bercerita tentang hukum sebab akibat.
"Kenapa mas?" tanya maman. "Mas D kaget ya, kok pedalnya bergerak?" lanjut maman sambil memegang pedal mesin jahit. Mas D diam mengamati. Kemudian berkali2 mengulang memutar roda dan sesekali menggerakkan pedal yang membuat roda berputar. Mas D tersenyum tanda mengerti.

Mas D sukses belajar hukum sebab akibat.

Hal lain yang dilakukan untuk belajar hukum sebab akibat adalah saat meniup Pluit. Ketika pluit disedot pluit tidak berbunyi, namun ketika ditiup barulah pluit berbunyi.

Makasih mas D, maman pun ikut belajar ketika membersamai mas D.

#TantanganHari8
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP

Sabtu, 25 Februari 2017

Makanan kita sama kan?

Hari ketiga tantangan kemandirian kuliah bunsay IIP.

Hari ini DEra tidak bersama maman dan mas D. DEra sedang diluar kota, Semarang tepatnya sedang menjuri lomba Karaoke Mandarin. Jadilah sarapan pagi ini hanya berdua. Menu MPAsi mas D pagi ini sayur bening sawi hijau dan jagung plus Ayam sebagai protein Hewaninya. Setelah di blender sebentar siap sajilah makanan itu.

Seperti hari lainnya, maman meletakkan makanan di mangkuk tempel tepat dihadapan mas D. Seraya mengambil makanan untuknya Maman mengintip mas D yang tengah asyik menyantap makanannya baik dengan menggunakan sendok maupun menjilat langsung dari tangannya. Geli maman melihatnya, "mas D sungguh anak yang pintar"

Maman duduk tepat dihadapan mas D dengan piring penuh makanan. Tetiba mas D datang melongok isi piring Maman. Penuh rada penasaran mas D meneliti satu persatu isi piring maman seraya berpikir " hmm...kok makanan kita beda" maman seolah membaca apa yang sedang dipikirkan mas D   " mas, makanan kita sama, hanya saja punya mas D sudah maman cincang agar memudahkan mas D untuk mencerna" mas D mengangguk tentu tanda setuju bukan?

Olala....ternyata tidak demikian, kok?  Terbukti dengan tindakan mas D yang membalik mangkuknya dan menumpahkan semua makanan kemudian diikuti isyarat tangan yang menyatakan tidak. "Owh,, makanan mas D sudah kotor ya, tidak bisa dimakan?" tanya maman seolah mengerti maksud gerakan tangan mas D. Mas D mengangguk serasa berkata "heeh" dan serta merta membuka mulutnya menunggu disuapin makanan maman.

Hoho....agar bisa makan makanan yang sama kita perlu melakukan sesuatu mas? Luar biasa.